Selasa, 27 Februari 2018

Asah Ide Kreatif Anak dengan Permainan Ini.

Si Kakak ada yang hobi gambar?
Samaan dong kayak Kak Faza. yes, tosss!

Kak Faza ini kalau sudah asyik menggambar, sepanjang siang pun dia betah terus menuangkan kreasinya sampai menghabiskan satu buku penuh. Saat waktunya tidak terganggu, dia bisa membuat sampai 2 atau 3 cerita seri bergambar dalam 38 lembar buku tulis. Ya itulah.. Hobinya menggambar.
Makanya tak heran, waktu siang-siang dia nganggur, kebosenan, gak ada PR, dan temennya gak ada yang nyamperin ke rumah, biasanya dia langsung teriak, "Mah, main tebak gambar yuuuk!"
A...yo! Ada yang mau ikut main juga?

Gini caranya. Simpel aja:

1. Pikirkan sebuah benda, atau kata, lalu...
2. Buatlah gambarnya.
3. Yang lain harus menebak apa benda atau kata yang dimaksud.
4. Jika ingin ada tantangan agar lebih seru, bisa digunakan batasan waktu. Misalnya, 45 detik untuk menggambar sambil yang lain terus menebak sampai benar. Kalau waktu sudah habis, tapi belum bisa menebak jawaban dengan benar, ya dianggap menyerah.
Atau bisa pakai "nyawa", misalnya diberi tiga kali kesempatan menjawab, atau 3 "nyawa". Kalau "nyawa"nya sudah habis, tapi belum bisa menebak jawaban dengan benar, ah.. sayang sekali, tidak bisa dapat poin.

Ada alternatif permainan Tebak Gambar lain yang biasa saya mainkan bersama murid-murid di kelas. Pada dasarnya, cara mainnya sama saja, tapi ada pihak lain yang netral, yang tidak ikut bermain, yang harus menentukan beberapa nama benda atau kata yang harus ditebak. Kalau versi permainan Tebak Gambar yang ini menurut saya lebih greget, karena para pemain tidak ada yang tahu apa yang harus digambar. Jadi misalnya Mamah sama si Kakak nih yang bermain Tebak Gambar. Maka,

1. Si Papah yang bertugas menuliskan nama-nama benda atau kata yang harus ditebak di beberapa lembar kertas kecil-kecil.
Tips: Akan lebih mudah jika menggunakan nama benda atau kata yang konkrit, ada wujudnya, jadi bisa digambar. Misalnya, "Nasi Bebek", atau "Kebakaran". Jangan gunakan kata atau benda yang abstrak, semacam "RINDU". Dilan aja berat ngerasainnya, apalagi kita yang harus gambar kan ya..

2. Misalnya sekarang giliran Kakak nih, Mah. Dia harus ambil 1 kertas kecil tadi secara acak, dan membuat gambarnya untuk kemudian harus ditebak oleh Mamah.

3. Sama seperti sebelumnya, agar lebih menantang, bisa digunakan batasan waktu atau kesempatan menjawab. Kalau belum bisa menebak dengan benar setelah waktu / kesempatan menjawab sudah habis, gak bisa dapat poin.

Iya.. Poin. Harus selalu pakai poin.

It's always been competition kalau Kak Faza main dengan saya. Berkompetisi dalam skala kecil ini adalah salah satu usaha saya untuk mempersiapkan Kak Faza sebelum dia berkiprah di kancah lomba yang sebenarnya. Disini bukan saya saja kan yang merasa khawatir saat mengikutsertakan anak ke sebuah lomba?!
"Gimana nanti kalau dia kalah?"
"Apalagi kalau dia gak bisa menerima kekalahan dan ngotot minta menang"
"Aduh, jangan-jangan nanti dia jadi sombong kalo menang".
Kepikiran begitu terus.
Karena memang sesungguhnya, Mah, ada tahapan emosi yang perlu dikembangkan supaya anak mempunyai jiwa kompetitif yang positif, yaitu "emosi ke-aku-an" atau self-conscious emotion. Jika dipupuk dengan baik, emosi ini nantinya akan tumbuh menjadi motivasi diri dan jiwa sportif.
Lewat permainan kompetitif yang anak mainkan di rumah, anak berlatih untuk 'berkompetisi' dan belajar bagaimana bersikap dalam kompetisi dalam lingkungan rumah yang 'aman' bersama keluarga. Jadi dalam proses pembelajaran ini, kita sebagai orangtua harus menjadi contohnya.

Oke, kembali ke Tebak Gambar.

Untuk mencatat poin permainan, biasanya sih cuma dengan menggambar kotak skor nilai di pojokan kertas. Tapi, eh, tapi.. Saya menemukan harta terpendam habis beberes lemari. Iya, harta. Karena ini sebenernya nilai manfaatnya besar, dan sayang banget kalau dibuang karena masih bagus kinyis-kinyis (yaaah.. berdebu sih. haha..) Bener-bener  terpendam, karena gak pernah kepake sama sekali. Apa itu? Tunggu postingan saya selanjutnya yah di blog. Saya akan bagi tahu DIY yang mudah dengan memanfaatkan kalender meja untuk bermain dengan anak. Stay tune!

Meskipun kelihatannya sepele, tapi permainan semacam ini manfaatnya gede banget buat otak.

Dalam permainan Tebak Gambar terjadi sebuah proses merubah sebuah kata menjadi sebuah gambar. Dalam otak si Kakak, proses ini membutuhkan kemampuan visualisasi dan daya ingat. Kabar baiknya, semua kemampuan itu sangat penting untuk si Kakak memahami teks bacaan.

Kemampuan lain yang bisa terasah lewat permainan Tebak Gambar ini, ya tentu saja,

berpikir kreatif dengan ide-ide original.

Misalkan, kata yang harus ditebak adalah "Nasi Bebek". Si Kakak akan mencari cara bagaimana supaya dapat menyampaikan "Nasi Bebek" lewat media gambar. Meskipun tidak jago gambar, dia akan menggambar bentuk sedemikian rupa supaya kelihatan semirip-miripnya dengan "Nasi Bebek". Ini usaha yang kreatif, dan idenya orisinil, karena tidak ada gambar yang bisa dia contoh. Di perkembangan zaman sekarang ini, memiliki ide kreatif dan orisinil bagaikan memiliki simpanan emas, Mah. Sadar, kan, pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia mencapai hampir 5% dalam satu tahun saja, dan memberikan kontribusi sebesar hampir 8% dari total perekonomian Indonesia.

Kita pastinya kepengen mendidik anak supaya jadi pinter kan. Ayo, Mah, sama-sama kita pupuk pemberian Allah pada anak-anak kita supaya tumbuh menjadi sesuatu yang berpotensi besar untuk memberi manfaat dan berkah bagi banyak orang. 

Selamat menikmati waktu berkualitas bersama anak, Mah!


main tebak gambar dengan anak untuk melatih anak menghasilkan ide kreatif dan orisinal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Buku untuk Bayi — Gimana Caranya?

Baca Buku Untuk Bayi - Perlukah? Mungkin timbul anggapan bahwa bayi masih belum mengerti saat orang tua membacakan buku, karena mereka...