Jumat, 25 Oktober 2019

REVIEW MATCHBOX BY YUNA & CO. UNTUK HIJAB



Assalamualaikum.
Muna Fitria a.k.a. @mamahfaza disini.

review Matchbox by Yuna & Co. untuk hijab



Saat pertama tahu Matchbox by Yuna + Co. launching tahun 2018 lalu, it was like ...

Berbulan-bulan sebelumnya, saya pengen banget cobain layanan berlangganan (subscription box) yang lagi ngetren banget di Amerika. Intinya, akan dikirimkan beberapa potong baju, footwear (sepatu/sandal) atau aksesoris yang dipilihkan khusus oleh penata gaya (stylist) berdasarkan data diri pelanggan. Kalau suka, bayar. Kalau tidak suka, bisa dikembalikan. Jadi seneng seneng penasaran gitu kan, berasa kayak dapat hadiah kejutan, karena pelanggan sama sekali tidak tahu seperti apa isinya. Layanan semacam ini mungkin yang menjadi inspirasi konsep Matchbox by Yuna & Co.


LANGKAH PEMESANAN MATCHBOX BY YUNA + CO.


1. Pilih paket mana yang mau dipesan:

- Mini Matchbox seharga Rp299.000 berisi 2 items, biasanya atasan dan bawahan, 

- Basic Matchbox seharga Rp599.000 berisi 4 items berupa clothing (atasan/bawahan/outerwear/dress) dan aksesoris atau footwear. Kita bisa pilih komposisi barangnya,
mau 4 items clothing semua, atau
3 clothing + tas/aksesoris/footwear, atau
2 clothing + tas/footwear + aksesoris.

- Deluxe Matchbox seharga Rp999.000 berisi 4 items berupa clothing dan aksesoris / footwear. Sama seperti Basic Matchbox, tapi barang-barangnya high-end brands.

- Workwear Matchbox seharga Rp699.000 berisi 4 items berupa clothing dan aksesoris / footwear untuk kerja.
 
 2. Mengisi style profile, yaitu detail tentang ukuran badan, ukuran baju yang biasa dipakai, sampai pilihan gaya baju yang disukai / tidak disukai. Kita juga ditanya seberapa berani kita mau mencoba gaya baru yang beda dari biasanya. Berbekal profil tersebut, stylist akan memilihkan baju yang cocok untuk kita.

3. Checkout deh. Pilih metode pembayaran, alamat pengiriman, dan sebagainya.


HARGA MATCHBOX BY YUNA + CO.


Dengan harga normal Rp599.000 untuk Basic Matchbox dan Rp299.000 untuk Mini Matchbox, kita jadi cuma membayar rata-rata Rp150.000 per item!

Gak kurang murah gimana lagi, Jeng. Sekarang mau cari baju harga segitu kalo gak pas lagi diskonan, kayaknya gak bakal dapet. Apalagi items yang dikirim semuanya branded! Yakin gak bakal dapet harga segitu kalo gak dari Matchbox by Yuna & Co.

Apalagi Yuna & Co. sering kasih diskonan. Entah pas lagi event spesial seperti Natal & akhir tahun, atau ada Instagram influencers yang kasih kode promo untuk potongan sekitar Rp100.000. Jadi jeli-jelinya mata Mamah aja ngincer diskonan muncul.

Anyway, sebagai sesama Ibu-ibu Pecinta Diskon,
saya mau kasih potongan 30% nih untuk order pertama Matchbox
by Yuna & Co.
Mau? Baca terus untuk tahu cara dapetnya.

Untuk ongkos kirim, waktu checkout tertera sekitar Rp20.000 dari Jakarta ke Surabaya. Tapi waktu saya pesen Mini Matchbox November lalu, ternyata ongkirnya gratis, Esmeraldaaa...

Pas paket datang, sayangnya, ada ketidakcocokan yang membuat saya memutuskan untuk minta tukar (exchange). Memang setiap pembelian Matchbox by Yuna & Co., mereka menyediakan gratis 1x tukar; barangkali ada yang gak cocok, barangnya bisa dibalikin. Isi form penukaran di email: tuliskan tanggapan mengenai barang yang dikirimkan, apa yang tidak cocok, dan sebagainya. Nanti mereka kirim lagi yang baru, tapi ongkos kirim ke Yuna & Co. kita yang nanggung. Saya kirim via JNE Reguler kena ongkir Rp15.000.

Setelah paket pertama saya kembalikan, sekitar seminggu kemudian, paket kedua sampai. Saya sudah tidak bisa minta tukar lagi, jadi saya harus terima apa adanya pilihan sang stylist.

Ini isi Matchbox by Yuna & Co. untuk saya:


review celana dari Matchbox by Yuna & Co. untuk hijab
Celana: ITX TOM79 by Cammomile

ITX TOM79 by Cammomile | Rp599.000

Setelah saya cek di website resminya, saya gak berhasil menemukan item celana ini, jadi kita anggap harganya sesuai dengan yang tertera ya *telan ludah*
Celana kulot berpotongan lurus ini bahannya tebel banget, tapi gak bikin gerah. Gak kusut meski gak disetrika.
Sayangnyaaa, celana ini panjangnya cuma 7/8. Padahal sudah saya bilang di style profile bahwa saya tidak suka potongan celana cropped.
Terpaksa harus dipermak deh. Lipatan di bagian bawahnya dibuka.



review tunik dari Matchbox by Yuna & Co. untuk hijab
Atasan: Belle Half Sleeve Tunic by blanik

Belle Half Sleeve Tunic by blanik | Rp296.000

Tunik ini ukurannya pas. Potongannya longgar.
Tertulis di label, bahannya polyester. Kainnya "jatuh", ringan, gak begitu gerah.
Warnanya netral: abu-abu muda. Bisa dipasangkan dengan bawahan warna apa saja.
Detail lipit di bagian depannya itu loooh lucuk banget. Jadi kelihatan unik dan gak polos kan?!
Sayangnyaaa panjang lengannya 3/4. Padahal sudah saya tuliskan di catatan pesanan bahwa lengan harus panjang sampai pergelangan tangan.
Terpaksa deh harus dipermak juga. Untungnya ada banyak lipatan di bagian ujungnya yang bisa dipakai untuk menambal sampai ke pergelangan tangan.
 
Jadi total biaya yang saya keluarkan sekitar Rp 334.000 untuk Mini Matchbox, ongkir exchange-nya, dan permak. Masih untung kan?!

Meskipun agak kecewa dengan Matchbox saya yang pertama ini, saya masih pengen banget coba order Matchbox lagi. Sebenarnya mereka memperhatikan permintaan saya yang menginginkan baju dengan detail unik dan mudah dipadu padankan. Di catatan order, saya bilang saya ingin terlihat beda, tapi tidak terlalu norak. Dan benar, pilihan bajunya pas dengan keinginan saya itu.

Saya masih menaruh harapan besar banget pada Yuna & Co., karena Matchbox ini cocok banget untuk para Mamah yang tidak sempat belanja baju, bingung caranya padu padan baju, dan siapa sih yang gak pengen bajunya dipilihin khusus sama stylist?! Udah kayak artis kan. Yuuuk...

Dari pengalaman pertama ini, saya ada beberapa tips untuk Mamah yang ingin order
Matchbox by Yuna & Co.:

1. Tulis catatan dengan jelas dan terperinci
Bukannya sok syar'i, tapi sebagai wanita berhijab seperti saya, ada beberapa ketentuan berpakaian yang mutlak harus dipenuhi. Jadi kalau Mamah ada permintaan atau persyaratan tertentu, pastikan Mamah menuliskan dengan jelas dan detail di catatan saat order atau di style profile. Kalau perlu, tulis DENGAN HURUF KAPITAL atau dicetak tebal agar benar-benar diperhatikan.

2. Ukur badan dengan tepat
Semakin detail ukuran yang kita cantumkan dalam style profile, semakin besar kemungkinan stylist mengirimkan barang dengan ukuran yang pas buat kita. Kalau perlu, ukur dengan meteran untuk lebih pastinya.

3. Pilih waktu belanja yang tepat
Di masa-masa banyak diskon berseliweran, bisa saja barang yang dikirimkan dalam Matchbox kita harganya lebih murah kalau kita beli di toko online atau offline tertentu karena lagi diskon. Tapi biasanya Yuna & Co. juga kasih banyak diskon kok. Tenang saja.

4. Manfaatkan potongan yang (sering) diberikan oleh Yuna & Co.
Follow Instagram-nya, pantengin Story-nya. Yakin deh. Yuna & Co. seeering banget kasih potongan harga. Belum lagi ada Price Match, kuis tebak harga setiap Jumat yang berhadiah Mini Matchbox. Pokok'e Yuna & Co. pancen ngeten

Bicara soal diskon, Nih... Mamah bisa dapat potongan 30% untuk order Matchbox yang pertama.
Caranya cukup tambahkan kode di bawah ini pada saat checkout:

MUNAOC7D

Potongan 30% itu lumayan gede loh, Mah. Mini Matchbox yang Rp299.000 jadi Rp209.300. Basic Matchbox yang Rp599.000 jadi cuman Rp419.300!

Jadi, mau order Matchbox by Yuna & Co. pake diskon gak?

Jumat, 18 Oktober 2019

4 Cara Bullet Journal Bisa Memudahkan Hidupmu Sebagai Ibu

Assalamualaikum..
Muna Fitria a.k.a Mamahfaza disini


Ingat masa-masa di sekolah dulu suka menulis di buku harian atau diary? Semua perasaan yang membuncah dalam hati remaja yang berapi-api di tumpahkan semua kedalamnya. Apa ada yang sampai sekarang masih suka?

Saya! Saya! (acungkan tangan)

Seiring berkembangnya jaman, diary atau buku harian yang kita kenal dulu telah berevolusi menjadi suatu sistem yang dinamakan bullet journal. Ryder Carroll, sang penggagas, mengklaim bahwa ini adalah sistem analog untuk menyimpan catatan masa lalu, mengatur hidup di masa sekarang, dan merencanakan masa depan. Selain itu, Buzzfeed menafsirkan bullet journal sebagai kombinasi buku agenda, buku harian (diary) dan daftar tugas yang harus dilakukan. Terdengar hebat, kan?


Pengertian bullet journal oleh Buzzfeed

Bullet journal akhir-akhir ini makin marak dibicarakan dan mulai menjadi tren hobi baru untuk ditekuni. Hype-nya pun sudah sampai ke Indonesia. Buktinya, di marketplace online, banyak dijumpai usaha percetakan yang memproduksi dan menjual buku tulis dengan lembar bertitik-titik sebagai ganti buku tulis dengan lembar bergaris. Ya, buku tulis dengan lembar bertitik-titik memang didesain khusus untuk bullet journaling. Namun sebenarnya bahkan sang penciptanya sendiri membebaskan memakai buku tulis model apa saja.

Menurut saya yang telah menjalani hobi bullet journaling selama dua tahun belakangan, ini adalah hobi yang cocok untuk para ibu, karena:

1. Bisa digunakan untuk terapi menulis

Perubahan hormon (seperti saat PMS atau hamil), banyaknya peran yang harus dijalani (misalnya, sebagai ibu+istri+wanita karir), atau masalah hidup sehari-hari tentunya dapat memicu stres. Biasanya itulah saat sesi curhat dengan orang-orang terdekat dibuka. Tapi terkadang ada hal-hal yang membuat enggan curhat. Kekhawatiran kalau-kalau masalahnya dibocorkan, atau ada perasaan malu untuk bercerita. Belum lagi kalau si pendengar curhat bukannya malah mengurangi beban pikiran, tapi makin menambah kebuntuan pikiran.

Sebagai gantinya, unek-unek yang menyesakkan dada bisa dituliskan dalam bullet journal. Kesumpekan hati yang ditumpahkan dalam bentuk tulisan bisa menjadi sarana terapi diri. Jadi seperti kembali pada konsep buku harian jaman sekolah dulu ya.. Saat menilik kembali catatan masa lalu itu, seakan diingatkan kembali jalan apa yang telah ditempuh untuk mencapai titik dimana kita berada sekarang, sehingga muncul rasa syukur, sudut pandang baru, atau bahkan solusi.


Fokus pada hal-hal baik yang terjadi setiap hari dan menuliskannya dalam jurnal bisa menjadi terapi untuk meningkatkan kebahagiaan. Photo credit: @_potato__life_

2. Banyak membantu tugas ibu yang multitasking

Otak kita sebenarnya tidak bisa mengingat banyak hal dalam waktu bersamaan. Ya, sebenarnya bisa, tapi otak jadi dipaksa bekerja lebih keras, sehingga tidak bisa membedakan mana yang harus dikerjakan saat itu, dan lambat laun akan menurunkan daya ingat.

Ibu multitasking, apa mau katakan hai pada pikun? Tentu tidak kan.

Bullet journal bisa banget membantu mengendurkan benang pikiran yang ruwet:
Ada acara ini tanggal sekian.
Nanti jam sekian jangan lupa telepon si A.
Waktunya bayar pajak kendaraan nanti bulan kesekian.
Harus ini, harus itu.

Semua bisa dicatat dengan terorganisir dalam bullet journal. Sistem yang biasa dipakai, seperti kode warna dan simbol, secara visual dapat membantu menata pikiran menjadi lebih sistematis: mana yang perlu diprioritaskan, mana yang perlu dipersiapkan lebih awal.

Bagaimana? Masih belum yakin bullet journaling bisa jadi hobi yang layak ditekuni karena faedahnya? Mau belajar dari pengalaman pribadi saya? 

Berikut saya tunjukkan 5 cara bullet journal bisa memudahkan hidup saya, dan kamu, sebagai ibu:

 

1. Jadwal Kegiatan

Seperti dipaparkan sebelumnya, memanfaatkan bullet journal untuk menyusun jadwal kegiatan dapat membantu menguraikan rumitnya pikiran. Karena bullet journal ini tidak pre-printed seperti buku agenda, kita bisa mendesain halamannya sesuai kebutuhan. Kita bisa membuat jadwal harian, mingguan, bulanan, tahunan, per caturwulan, per semester, atau tahunan.

Seperti saya, misalnya. Saya tidak perlu membuat jadwal harian, karena bagi saya, jadwal mingguan sudah mencakup cukup banyak detail terkait tugas-tugas yang harus dituntaskan.

Sementara jadwal bulanan hanya saya gunakan untuk mencatat events dan tanggal jatuh tempo; tidak untuk mencatat tugas.

Sistem kode warna dapat digunakan untuk menandai kelompok tugas yang sama. Kode warna saya, misalnya: biru untuk pekerjaan, hijau untuk anak sulung saya, emas untuk event, dan lainnya. Dengan begini, kita bisa memiliki gambaran yang jelas tentang kategori tugas apa saja yang kita punya, atau kegiatan apa yang harus diprioritaskan minggu/bulan ini.


Desain jadwal bulanan (separuh halaman sisi kiri) dan mingguan dengan sistem kode warna

2. Kenangan

Jangan hanya mengandalkan Facebook untuk mengingatkan kembali kenangan yang kita miliki di masa lalu. Bullet journal dapat digunakan untuk mencatat momen-momen berkesan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu.

Disini saya membuat ilustrasi sederhana tentang beberapa momen yang terjadi selama sebulan, termasuk saat saya dan keluarga pergi berlibur ke Malang.


Contoh desain halaman bullet journal untuk merekam memori selama sebulan

3. Self-love dan Perawatan Diri

Terkadang kita sering melakukan hal di luar kaidah tanpa menyadari bahwa kita sedang memelihara kebiasaan buruk yang membawa dampak buruk pula. Sering tidur tanpa menghapus makeup, misalnya, dapat memicu bermacam infeksi dan bertumpuknya komedo.

Lalu bagaimana jika kita ingin mengubah kebiasaan?

Disebut habit tracker, desain halaman dalam bullet journal ini memungkinkan kita untuk memantau seberapa rutin kita melakukan kebiasaan yang ingin kita bangun. Perasaan puas melewati hari demi hari dengan melakukan kebiasaan baru dapat memotivasi kita untuk mencapai tujuan membangun kebiasaan baik.

Desain halaman habit tracker untuk membangun kebiasaan baik

Agar makin semangat, kita juga bisa menunjukkan rasa cinta pada diri sendiri dalam wujud hadiah setelah mencapai target tertentu. Seperti yang pernah saya lakukan, misalnya. Saya menghadiahkan sebuah microwave oven untuk diri saya setelah berhasil rutin menyiapkan sarapan sebanyak 30 kali. Hore!

4. Meal Plan (rencana makan)

Seberapa sering ibu bimbang di pagi hari dan bertanya-tanya, “Masak apa ya hari ini?” Ibu dapat menggunakan bullet journal untuk merencanakan makan keluarga lebih awal.

Di akhir pekan, ibu bisa duduk dengan bullet journal dan membuat rencana masak untuk seminggu ke depan. Saya pribadi merancang agar menu setiap harinya terdiri dari sayuran dengan lauk yang bervariasi.



Desain halaman perencanaan makan dan daftar belanja untuk seminggu.
@crafthippy via buzzfeed.com


Ibu juga bisa membuat koleksi acuan resep favorit keluarga di bullet journal untuk menghindari masak menu yang sama berulang-ulang dalam sebulan. Resep dapat disusun berdasarkan bahan dasar, jenis santapan, atau cara masak.


Desain halaman koleksi resep favorit keluarga

Bullet journal bisa dipertimbangkan sebagai hobi, karena banyak pelakunya yang mendedikasikan waktu khusus untuk melakukannya, menyisihkan uang untuk membeli perlengkapannya, belajar berbagai keahlian untuk menyempurnakannya; sama seperti pelaku hobi lainnya.

Saya yang baru menekuni hobi ini dua tahun belakangan merasakan banyak manfaat dari bullet journaling. Hari-hari lebih teratur, produktivitas meningkat, dan saat-saat menulis bisa menjadi me-time bagi saya karena terasa menenangkan setelah menuangkan isi kepala dan hati ke dalam tulisan. Dan saya ingin para ibu lain merasakannya juga.

Jadi, sudah siap memulai bullet journaling sebagai hobi baru?


Minggu, 28 April 2019

Ide Aktivitas Agar Anak Mau Belajar dan Mengerjakan PR Tanpa Dipaksa


Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a Mamahfaza disini 

Liburan sekolah sebentar lagi. Yeay! Ini juga berarti waktunya ujian akhir sekolah.

Sebagai bekal belajar untuk PAS (Penilaian Akhir Semester), atau kalau jaman dulu istilahnya UAS ya, biasanya anak diberi rangkuman materi dan soal-soal selama satu semester. Itu gak sedikit loh, bisa berlembar-lembar, sehingga anak biasanya jenuh mengerjakan. Padahal sebenarnya kan itu penting untuk me-review pelajaran yang sudah lama terlewati.

Terus gimana dong cara paling ampuh agar anak mau belajar tanpa Mamah harus marah-marah?

Ajak anak belajar sambil bermain. Anak bisa tetap mengerjakan soal-soal latihan tersebut dengan cara yang lebih menyenangkan, tanpa harus duduk diam menatap soal berlembar-lembar.

Ide aktivitas belajar sambil bermain ini terinspirasi dari games yang biasa saya mainkan dengan murid-murid di kelas Bahasa Inggris. Siapa disini yang Guru Bahasa Inggris? Put your hands up Haha.. Pasti udah tahu games ini deh. Permainan ini dikenal dengan nama JEOPARDY.

JEOPARDY ini salah satu games yang paling sering dimainkan dalam pelajaran Bahasa Inggris. Modelnya sih ya seperti bermain kuis. Biasanya saya mainkan setelah menyelesaikan satu bab untuk me-review vocabulary dan grammar yang sudah diajarkan. Nah, karena memang games ini cocok banget untuk kegiatan review, kenapa gak saya pakai aja untuk membantu anak saya belajar untuk PAS?

Nah, sekarang kita mulai tutorialnya ya.

Untuk belajar sambil bermain Jeopardy ini, Mamah butuh:

1. Kertas / buku kosong.
Lebih bagus lagi kalau pakai papan tulis, Mah, kalau punya. Jadi berasa kayak main kuis beneran.

2. Soal-soal latihan ujian.
Pertanyaan untuk latihan soal bisa diambil dari buku pelajaran, buku khusus latihan soal seperti LKS (Lembar Kerja Siswa), atau dari rangkuman soal yang diberikan sekolah. Untuk latihan soal PAS (Penilaian Akhir Sekolah), Si Kakak biasanya juga diberikan soal ujian tahun lalu. Yang mana saja bisa dipakai.

3. Alat tulis (bulpen / pensil / spidol).

4. Uang mainan (optional).

Nah, begini cara belajar sambil bermain Jeopardy:

1. Gambar tabel seperti contoh di bawah.


























Baris mendatar paling atas (yang berwarna hijau) untuk kategori pertanyaan. Kategori pertanyaan ini bisa diisi dengan:
- Mata pelajaran yang akan diujikan besok. Misalnya, Bahasa Inggris dan PJOK.
Tapi menurut saya, kategori ini terlalu luas, sehingga tidak banyak soal yang bisa dijawab anak. 

- Mata pelajaran dalam Tema.
Kita sudah tahu ya pembelajaran di SD menggunakan Kurikulum 2013 dilakukan secara tematik integratif. Tematik SD Kelas 2, misalnya, mencakup mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, dan SBdP (Seni Budaya dan Prakarya).

- sub tema. Setiap buku Tematik SD dibagi dalam sub-tema 1 sampai 4.

Kolom menurun paling kiri (yang berwarna kuning) untuk skor.
Makin ke bawah, makin besar nilainya. Makin besar nilai yang akan didapat, makin susah pertanyaannya. Misalnya, skor paling rendah berisi pertanyaan dengan pilihan ganda dan skor paling tinggi berisi pertanyaan uraian.
Atau, makin besar nilai yang akan didapat, makin banyak pertanyaan yang harus dijawab. Terserah Mamah enaknya yang mana.

TIPS:
Karena dalam pelajaran SD Kelas 2 ada materi tentang uang, saya menggunakan nilai mata uang sebagai skor. Setali tiga uang yah, Mah. Bisa sekalian belajar berhitung. Teteup.. Mamah-Mamah kalo gak multitasking rasanya gak enak, hehe..

Sebagai contoh, ini tabel yang saya pakai untuk belajar sambil bermain bersama Si Kakak.
Misalnya, jadwal ujian Si Kakak besok adalah Tema 5 dan Pendidikan Agama. Ada dua ronde permainan: tiap ronde untuk satu mata pelajaran. Saya gunakan nilai mata uang sebagai skor. Dua skor terendah berisi pertanyaan dengan pilihan ganda, dua skor di tengah berisi pertanyaan isian, sedangkan skor tertinggi berisi pertanyaan uraian. Untuk Tema, kategori pertanyaan saya bagi berdasarkan mata pelajaran.



PPKn
Bhs. Indonesia
Matematika
SBdP
10.000




20.000




30.000




40.000




50.000






Sedangkan untuk mata pelajaran Agama, pertanyaan saya kategorikan per bab. 


Bab 4
Bab 5
Bab 6
10.000



20.000



30.000



40.000



50.000




3. Minta anak untuk memilih satu kotak, misalnya: PPKn 30.000
Berikan pertanyaan yang sudah Mamah siapkan sebelumnya. Karena yang dipilih adalah kotak PPKn 30.000, saya carikan 2-3 pertanyaan isian dari lembar soal PPKn.

4. Jika anak berhasil menjawab pertanyaan yang Mamah berikan, dia berhak mendapat "uang" sesuai dengan skor yang tertulis, yaitu 30.000

5. Berikan tanda pada kotak-kotak yang sudah terjawab. , misalnya.

Begitu seterusnya sampai batas waktu yang ditentukan, karena meskipun belajar sambil bermain menyenangkan, fokus / konsentrasi anak tidak bisa bertahan lama.
Menurut ahli perkembangan anak, teori mudah untuk menentukan attention span atau lama anak bisa fokus adalah 2-5 menit dikali umurnya.
Misalnya, Si Kakak  yang berusia 9 tahun, otaknya hanya bisa bertahan untuk konsentrasi selama sekitar 18-45 menit. Oke, jadi saya ambil tengahnya saja. Kegiatan belajar saya batasi maksimal 30 menit, istirahat, kemudian dilanjutkan lagi.
Kita bisa ganti dengan kegiatan belajar sambil bermain yang lain. Msalnya bermain BINGO atau bermain flashcards angka untuk belajar berhitung / Matematika.

5. Untuk menambah motivasi, Mamah bisa menawarkan hadiah / reward untuk anak. Misalnya, jika bisa mendapatkan total nilai sekian, anak bisa beli makanan yang disukai besok sehabis ujian.

Masih bingung gimana cara mainnya? Silahkan head over to my Instagram @mamahfaza
Cek Highlight Stories "Main Apa Hari Ini"
Disitu Mamah bisa lihat video "tutorial" saat saya belajar sambil bermain bersama Si Kakak.

Semoga bisa membantu anak belajar untuk ujian dengan menyenangkan.
Semoga bisa jadi ide aktivitas belajar sambil bermain untuk mengajar anak di rumah.

Kalo Mamah, apa nih cara ampuh supaya anak mau belajar & mengerjakan PR tanpa Mamah harus marah-marah? Soalnya saya orangnya agak 'sumbu pendek' nih, gampang kesulut, hehe..

Selamat menikmati quality time bersama anak 💜 

Sabtu, 26 Januari 2019

5 CARA MUDAH UNTUK MENGURANGI SAMPAH DAN MEMULAI HIDUP ZERO WASTE DI INDONESIA (PART 1)


PERTEMUAN PERTAMA DENGAN ZERO WASTE INDONESIA


Awalnya dimulai dari saya mengikuti (baca: coba-coba ikutan) kampanye Plastic Free July di tahun 2018. Saya akhirnya terhubung secara digital dengan beberapa pejuang gerakan minim sampah di Indonesia, seperti Zero Waste Indonesia, Sustaination, DK Wardhani, dan lainnya lewat beberapa hashtags berbau zero waste yang saya gunakan saat posting di Instagram.

W.O.W. Bulan itu benar-benar mengubah hidup saya. Selama ini saya terlalu skeptikal. Saya beranggapan bahwa orang-orang disini bakalan susah diajak hidup minim sampah begini. Lha wong disuruh antri yang rapi aja gak bisa #eh Tapi ternyata banyak juga pihak perorangan, komunitas, atau korporasi yang memperjuangkan terwujudnya hidup zero waste di Indonesia.

Jika sebelumnya tidak banyak yang bisa saya lakukan untuk lingkungan selain menolak kantong plastik saat berbelanja, sekarang dengan lebih banyaknya referensi yang lebih relatable karena bersumber dari negeri sendiri, lebih banyak aksi ramah lingkungan yang bisa saya lakukan (dan mudah-mudahan bisa menjadi kebiasaan dan gaya hidup).



CARA MUDAH MEMULAI HIDUP ZERO WASTE


Apa cuma saya yang merasa kewalahan setelah membaca banyaknya referensi dan rekomendasi tentang zero waste di Indonesia? Ibarat ibu-ibu suka nyimpen resep macem-macem tapi gak ada yang pernah dipraktekkan #eeaa Makin saya baca, makin banyak posting Instagram yang saya simpan, makin saya merasa beraaat mau menjalankannya. Ibarat memori RAM sudah overload gegara kebanyakan install aplikasi, hape jadi nge-hang. Begitulah gawatnya kalo merasa kewalahan; malah enggan berbuat apa-apa sama sekali.

Untuk mengatasinya, saya harus memilah informasi yang masuk. Di antara semua aksi ramah lingkungan yang disarankan berbagai sumber, saya pilih yang sekiranya bisa langsung saya lakukan dengan usaha minimal  Nah, berikut beberapa aksi mudah yang selama ini sedang saya coba lakukan secara rutin.


1. Bawa Tas Belanjaan Sendiri


Sebenarnya ini sudah saya lakukan selama bertahun-tahun. I'm a tote bag type of woman, jadi kalau sekedar beli apa di minimarket saja sih langsung saya masukkan dalam tas, tanpa kantong plastik.
Untuk mengurangi konsumsi kantong plastik dan energi, saya berhenti berbelanja bulanan dalam jumlah besar ke supermarket. Biasanya bawa pulang barang belanjaan paling sedikit lima kantong plastik besar. Terlalu banyak barang, tidak cukup banyak reusable shopping bags yang saya punya. (Sebenarnya kan saya tinggal beli lagi ya? ) Eh, tapi selain itu, saya harus selalu naik taxi untuk bisa mengangkut belanjaan sebanyak itu.
Sekarang saya lebih memilih berbelanja ke minimarket di dekat rumah. Saya jadi hemat biaya transportasi karena kesana hanya perlu berjalan kaki.
Saya tidak lagi menyampah banyak kantong plastik; hanya perlu berbekal satu tas kain untuk membawa barang belanjaan secukupnya.
Saya tidak perlu meyisihkan waktu khusus untuk belanja di mall; kapanpun Si Batita pengen jalan-jalan di luar rumah, saya ajak ke minimarket. Jadi sekarang belanja bulanannya dicicil gitu lah ya, haha..

TIPS:
Siapkan masing-masing satu tas belanja (atau mungkin lebih) di setiap tas yang biasanya kita pakai: tas kerja, tas jalan-jalan.. Siapkan juga di motor atau mobil. Jadi, tidak ada lagi momen "Aduh.. Tas kainnya ketinggalan di rumah, tadi gak kebawa" (dan lalu akhirnya pulang dengan sampah kantong plastik )


2. Bawa Wadah Sendiri Saat Belanja Ke Pasar


Dengan modal sekitar Rp50.000-an, saya sudah punya bekal peralatan yang cukup: 1 set wadah makanan berbagai ukuran untuk bisa bawa wadah sendiri ke pasar.
Belanja di pasar itu bisa jadi sumber sampah plastik loh. Bayangin aja, tiap pedagang bungkus belanjaan kita pake kantong plastik. Berapa pedagang yang kita datengin? Berapa sampah plastik yang kita hasilkan?
Cuma dipake berapa menit doang tapi sampahnya awet menghantui dan merusak sampe ratusan tahun.
Dengan bawa wadah sendiri ke pasar, paling tidak saya bisa menghindari sampah plastik untuk bahan makanan seperti ayam, daging, ikan, tahu, beras, sayuran, bawang, telur, buah, ...
Untuk bahan makanan yang sudah pre-packaged (dibungkus dari pabrik) seperti tepung, merica, sosis, ... yah mau dihindari gimana lagi? Kalau ada yang tidak dalam kemasan sih sudah pasti saya beli.

TIPS:
Sebelum ke pasar, biasanya kita bikin daftar belanjaan dulu kan ya, Mah.. Nah, dari daftar belanjaan ini, kita bisa tahu wadah apa saja yang perlu dibawa.


3. Gunakan Reusable Straw / sedotan yang dapat dipakai ulang


Bahannya bervariasi: ada yang dari stainless steel, bambu, kaca. Harganya juga bervariasi, biasanya mulai dari belasan ribu sampai tiga puluhan ribu rupiah.
Saya punya 3 stainless straws kecil dan 1 stainless straws besar buat nyedot Es Cao, Bubble Tea, dan kroni-kroninya 😁
Sedotan stainless saya yang pertama adalah hadiah giveaway dari Mbak @nofifadila Thanks for the encouragement from your constant act of minimizing waste, Mbak.
Stainless straw besar ini saya beli di Ekko Store, harganya Rp35000.
Stainless straw yang kecil saya beli di Alang-Alang Zero Waste Shop, harganya belasan ribu rupiah.
Stainless steel straw brush juga saya beli di Alang-Alang, harganya di bawah Rp5000

TIPS: 
Siapkan 1 wadah khusus. Dalam wadah saya ini isinya seperangkat stainless straws & sendok garpu. Ini wajib bawa banget kalo pas jalan-jalan ke mall, atau pas dine out, karena di food court, misalnya, seringnya pake peralatan makan yang dari plastik kan ya?!
Nah nanti pas order jangan lupa bilang, "Gak usah pake sedotan yah.. Gak usah sendok garpu juga." *senyum*


4. Ganti Sikat Gigi dengan Sikat Gigi Bambu

Serius ini rugi banget kalo gak dilakukan, karena harga sikat gigi bambu hampir sama dengan sikat gigi plastik yang dijual di pasaran. Bahkan bisa lebih murah dari merek tertentu. Untungnya gigi saya bukan gigi sensitif, jadi ya oke saja pakai sikat gigi bambu ini.
Saya beli sikat gigi bambu ini di Ekko Store dan Alang-Alang Zero waste Shop, harganya sekitar Rp19000. Yang kecil harganya cuma Rp1000 - Rp2000 lebih murah. 
Dari pengalaman sih, bulu sikatnya mulai rusak baru setelah pemakaian 5 bulan. Tapi untuk pertimbangan hygiene, secara kita biasanya taruh sikat gigi di dalam satu ruangan sama toilet kan ya, sikat gigi baiknya diganti per 3 - 4 bulan.


5. Ganti Tisu dengan Kain yang Dapat Dipakai Ulang 


Tahu kan kalo tisu asalnya dari pohon, sama seperti kertas? Jadi sayang dong hutan yang menyediakan oksigen untuk kita bernapas ditebang cuma untuk dibuang sekali pakai? 
Menurut survei WWF IndonesiaXHakuhudo, masyarakat Indonesia di kota besar rata-rata menggunakan 3 lembar tisu untuk mengeringkan tangan saja, belum untuk yang lainnya.
Saat "masih khilaf" dulu, tiap bulan saya bisa menghabiskan 3 pak tisu ukuran besar, ditambah 2 pak tisu ukuran kecil untuk dibawa dalam tas, ditambah lagi tisu basah. Ah! Udahlah. Kebayang ya tumpukan sampahnya kek gimana.

TIPS:
Untuk pengganti tisu di rumah, saya daur ulang selimut bayi jaman si Kakak dulu. Satu kain selimut dipotong jadi 16, lalu tiap potongan dineci sisi kelilingnya.
Sebagai pengganti tisu untuk saya bawa dalam tas, saya pakai Reusable Cloth dari Alang-Alang. Produk ini jenius banget, serius! Packaging-nya persis sama kayak tissue travel pack, plus di bagian belakang ada kantong untuk kain yang habis dipakai. So handy. Harganya Rp50000 isi 10 lembar. 


Disclaimer:
Saya bukan pakar zero waste. Kita sama kok: sama-sama sedang belajar dan berjuang merubah gaya hidup menjadi lebih sustainable dengan menghasilkan minim sampah.
Tulisan ini adalah pemahaman saya terhadap banyak informasi yang saya dapatkan dan pelajari dari buku, beberapa website resmi gerakan zero waste, dan posting media sosial para pejuang zero waste. Pemahaman inilah, dengan bahasa dan pola pikir yang bisa saya cerna, yang saya tanamkan dalam diri saya, yang saya jadikan pegangan dalam berperilaku lebih ramah lingkungan.
Cara-cara yang saya tuliskan di atas adalah yang selama ini saya lakukan di awal perjalanan hidup minim sampah saya ini.

Jadi, sudah siap memulai hidup minim sampah? Sebelum terlambat loh..

Senin, 14 Januari 2019

TAMAN SUROBOYO: Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga di Surabaya

TAMAN SUROBOYO: Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga di Surabaya

Kalau cari tempat wisata di Surabaya yang keren dan menarik untuk dikunjungi, salah satu pilihannya adalah TAMAN. Iya, taman! Per 2018 lalu, dikutip dari Tribunnews, Surabaya sudah mempunyai 35 taman dan masih membangun beberapa lainnya.

Taman-taman di Surabaya memang pantas dibanggakan. Dengan biaya masuk gratis, disana warga Surabaya bisa hunting spot foto yang bagus, wisata kuliner, atau sekedar duduk santai. Tapi awas jangan berdua-duaan! Di setiap taman di Surabaya sudah terpasang tanda "Dilarang Pacaran" loh

Taman-taman di Surabaya juga sering menjadi tujuan wisata keluarga saat weekend karena dilengkapi dengan fasilitas ramah anak. Taman bermain dengan ayunan & the geng sudah pasti ada. Beberapa taman juga dilengkapi dengan lapangan futsal, lapangan basket, bahkan tur menyusuri sungai dengan perahu motor. Gimana? Masuk, Pak Eko?

Beberapa waktu lalu, saya main-main ke satu taman yang belum pernah saya kunjungi di daerah Kenjeran:

Taman Suroboyo


LOKASI TAMAN SUROBOYO

Taman Suroboyo ini letaknya pas di sebelah Pantai Kenjeran dan pas di seberang Sentra Ikan Bulak. Kalau ada yang pernah ke Jembatan Surabaya, nah Taman Suroboyo ini ada di dekat situ. Bahkan sebenarnya beberapa tempat rekreasi di Surabaya Utara berjajar berdekatan di Kecamatan Kenjeran ini.

Kalau kita datang dari arah selatan, secara berurutan kita melewati KenPark (dengan patung gurita di gerbang masuknya; lokasi Atlantis City), Pantai Kenjeran Lama (dengan dermaga kayu yang menjorok ke laut), Jembatan Surabaya (lokasi Air Mancur Menari - yang hanya dinyalakan tiap Sabtu malam, btw), dan Taman Suroboyo ini.

Kalau kita datang dari arah selatan, selama beberapa menit, kita akan berkendara di sepanjang Jl. Pantai Kenjeran dengan laut yang menghampar di sebelah timur. Ah.. I recommend to roll your windows down. Rasakan segarnya angin laut sepanjang perjalanan. Apalagi kalau cuacanya tidak begitu panas. Perfect 

Nah, begitu terlihat tulisan TAMAN SUROBOYO terbentang di sebelah timur, langsung melipir aja ke parkiran, pemirsah..

BISA NGAPAIN AJA DI TAMAN SUROBOYO?

Taman Suroboyo ini bisa jadi pilihan tempat wisata ramah anak di dalam kota. Hampir semua aktifitas yang bisa dilakukan disini sepertinya memang dikhususkan untuk anak-anak. Bapak-bapak, Ibu-ibu, Mas dan Mbak juga bisa menikmati menghabiskan weekend disini kok.

1) Tersedia beberapa slides (apa sih Bahasa Indonesianya? Prosotan? Seluncuran? Ya itu deh. Tahu kan?!), tapi hanya sedikit, kurang dari lima. Tapi jangan khawatir. Kalau semua mainan di taman bermain penuh terpakai, masih ada permainan lainnya.

2) Kita bisa menyewa mobil mini bertenaga aki seperti yang ada di mall-mall. Untuk anak yang masih terlalu kecil dan belum bisa "menyetir", si pengelola bersedia mengemudikan mobilnya dengan remote. Sayangnya untuk Si Kakak yang sudah 8 tahun, semua mobil mini ukurannya terlalu kecil buat dia. Jadi skuter mini lebih cocok. Belajar nyetir sepeda motor, katanya. Satu kali sewa lamanya sekitar 15 menit.




3) Taman Suroboyo ini ideal dipakai untuk bermain layang-layang karena angin memang berhembus sangat kencang mengingat lokasinya yang bersebelahan langsung dengan pantai. Jangan khawatir, disana beberapa penjual layangan sudah tersedia. Ya meskipun beberapa diantara layang-layang yang ditawarkan kualitasnya tidak begitu bagus sih menurut saya, karena hanya terbuat dari plastik kemasan bekas dan batang lidi, tapi lumayan lah kalau hanya untuk anak-anak. Mereka udah seneng banget walau hanya pegang talinya dan melihat layang-layang mereka terbang meliuk-liuk di udara tertiup angin kenceng. Lagipula mereka juga gak bisa terbangkan layang-layang yang bener kan.


4) Selain bermain layang-layang, bermain gelembung sabun / bubbles juga asik loh. Karena anginnya kenceng kan ya, gelembungnya bisa langsung beterbangan gitu. Berasa syuting video klip. Iya, tenang. Banyak penjual gelembung sabun kok disana. Cobain yang pake tongkat dan tali untuk bikin gelembung jumbo. Seru.

TAMAN SUROBOYO: Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga di Surabaya
Cobain bikin gelembung jumbo yang kayak gini | ilustrasi by Kevin Schmid

5) Ada banyak perahu nelayan tradisional yang melayani tur menyeberangi Selat Madura. Sepertinya mereka pelayan lokal yang menyewakan perahu mereka untuk mengantarkan penumpang beberapa kilometer ke tengah laut, lalu kembali lagi. Sayangnya, karena saya tidak bisa berenang, saya harus melewatkan kegiatan yang satu ini; dan karena saya paranoid, saya juga tidak mengijinkan anak-anak saya berlayar ke tengah laut tanpa ada pelampung yang disediakan.

6) Sudah ada di tepi pantai, jangan sampai melewatkan wisata kulinernya. Di sepanjang pantai, berjajar pedagang kaki lima yang menggelar lapak dengan berbagai menu ditawarkan. Lontong Kupang dan Sate Kerang jadi menu wajib lah pasti. Tapi yang lain juga banyak kok. Tinggal pilih aja: camilan macam gorengan, sempol, cireng and the geng; atau makanan berat macam Sate Ayam. Minumnya mau dalam kemasan botol atau es kelapa muda segar - tinggal pilih.

7) Satu hal yang gak boleh ketinggalan ya, buibuk: belanja. Mumpung ada di area pesisir, boronglah sepuasnya berbagai produk olahan laut: ikan panggangan, bermacam-macam keripik dan kerupuk, berbagai bentuk kerajinan tangan, atau bahan makanan kering macam petis, terasi and the geng. Tinggal ke seberang jalan, ada Sentra Ikan Bulak (SIB). Tapi kabar-kabarnya, bangunan yang ditujukan untuk relokasi pedagang kaki lima ini sudah bertahun-tahun sepi pengunjung. Masih banyak pedagang yang berjajar di pinggir jalan. Entah karena ini maka SIB jadi sepi, atau karena SIB sepi jadi mereka balik lagi ke jalanan? Entahlah. Butuh investigasi lanjutan untuk mengetahui jawabannya.


TAMAN SUROBOYO: Rekomendasi Tempat Wisata Keluarga di Surabaya


BIAYA KEGIATAN DI TAMAN SUROBOYO

Masuk taman gratis.
Parkir sepeda motor Rp3.000
Parkir mobil Rp5000
Naik perahu mulai dari Rp10.000
Mobil / skuter mini Rp10.000 per anak, atau Rp15000 per dua anak dalam satu mobil.
Berbagai makanan, snack dan minuman mulai Rp1000

YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT KE TAMAN SUROBOYO

Karena Taman Suroboyo ini lokasinya pas di sebelah pantai, jadi ya anggap saja seperti pergi ke pantai. Seperti daerah pantai pada umumnya, suhunya pasti lebih panas. Jadi, sunblock SPF tinggi wajib hukumnya kalau Mamah tidak mau berakhir dengan kulit gosong yes.

Jangan lupa bawa kacamata hitam juga, atau pake topi sekalian juga gak papa deh. Dari ekspresi kami di foto ini kelihatan sudah jelas ya bagaimana silaunya pantulan cahaya matahari di air laut. Serius silau banget! Ini demi keamanan mata Mamah juga biar gak kena radiasi sinar UV.


KESIMPULAN

Taman Suroboyo ini beneran salah satu taman di Surabaya dengan fasilitas yang istimewa. Kita jalan-jalan di taman tapi berasa kayak di pantai. Serius. Angin lautnya healing banget. Menyegarkan. Seakan semua penat dan stres dihempaskan oleh hembusannya, haha.. Apalagi pas cuacanya mendung-mendung manjah. Ah, udah. Berasa kayak pingin gelar kasur aja deh disana.

Tapi sayangnya karena lokasi Taman Suroboyo di Kenjeran yang jauh dari rumah, mungkin saya tidak akan bisa sering datang kesana. Yang jelas, saya masih ingin kesana lagi. Masih banyak spot yang belum sempat kami jelajahi waktu itu karena mendung gelap keburu datang. Berhubung ada empat anak kecil, kami buru-buru pulang sebelum hujan.

Yang udah pernah main ke Taman Suroboyo, apa nih yang saya lewatkan dari kunjungan saya kesana? Dengar-dengar kita bisa jalan-jalan ke kampung nelayan yang rumah-rumahnya didekorasi warna-warni gitu ya? Bener gak sih?

Kalo yang lain gimana?
Mau coba main ke Taman Suroboyo weekend ini bareng anak-anak?

Sabtu, 24 November 2018

PENTINGNYA BERGABUNG DENGAN KOMUNITAS BLOGGER


Because I am just a small blogger in a big blogging world.
Itulah alasan utama saya, dan mungkin para blogger lain, bergabung dengan komunitas blogger. Dunia blogging ini luas, Kawan. Apalah artinya blog kecil macem punya saya yang belum genap setahun usianya. Karena itulah, komunitas blogger menjadi tempat yang sempurna untuk, dalam Bahasa Jawa, "golek bolo" atau cari teman untuk diajak bergandengan bersama-sama mengarungi dunia blogging. 
Diantara banyaknya komunitas blogger di Indonesia, Blogger Perempuan Network nampaknya lebih bersinar dibanding lainnya. Mereka bahkan mengklaim sebagai "The largest Indonesian female bloggers network" dengan lebih dari 4000 anggota. Sounds legit, right? Karena itulah saya mantap bergabung dengan Blogger Perempuan Network.
Sama seperti dalam komunitas lain, bergabung menjadi anggota pastinya memberi beberapa manfaat.

Bahkan Blogger Perempuan Network punya banyak keistimewaan, diantaranya:


  • Informasi Lomba Blog

Pengumuman lomba blog di website Blogger Perempuan Network

Lomba Menulis Blog adalah sebuah kesempatan emas bagi para blogger untuk mencoba peruntungan mereka. Tulis tulis berhadiah! 
Andaikan menang, pasti seneng lah jerih payah kita menulis posting blog mendapat apresiasi dalam bentuk rekognisi dan materi. Kepercayaan diri pasti meningkat. Tercatat sebagai pemenang lomba blog pasti kelihatan bagus di resume kita sebagai blogger. Belum lagi hadiahnya. Rasanya malam-malam tanpa tidur itu terbayar sudah 
Tapi andaikan kalah, sebenarnya secara tidak langsung kita seperti mendapat umpan balik bahwa posting blog kita masih perlu banyak perbaikan. Selalu ingat practice makes perfect, Kawan.
Seperti dalam komunitas blogger lain, Blogger Perempuan Network selalu memberikan pengumuman kompetesi menulis blog yang sedang berlangsung.

  • Panduan Seputar Blogging


Tampilan halaman Instagram @bloggerperempuan 

Pada laman grup Facebook, Blogger Perempuan Network menyatakan bahwa komunitas ini dibentuk agar blogger wanita saling mendukung satu sama lain dan bersama-sama mengembangkan blog. Mereka nampaknya sadar benar bahwa berkembangnya sebuah blog membutuhkan peningkatan kualitas.
Saya pribadi seneng banget mereka mengunggah konten seputar blogging macam "Tips Agar Blog Banyak Disukai" di Instagram Feed mereka. Tips dari mereka biasanya singkat dan simpel sih. Tapi berhubung mereka mengundang para following bloggers untuk ikut sumbang saran di kolom komentar, tips yang didapat jadi makin beragam.

  • Cara Mereka Mengorganisir Promosi Blog Post


Sebagai blogger, tujuan yang pertama dan utama adalah mengupayakan posting blog kita agar bisa dibaca oleh banyak netijen budiman. Dalam dunia blogging, ini disebut traffic: arus keluar masuknya pengunjung blog. Semakin banyak pengunjung artinya tulisan kita bisa menjangkau lebih banyak orang. Dengan begitu, mudah-mudahan tulisan kita bisa bermanfaat, menginspirasi dan berfaedah bagi lebih banyak orang.
Supaya lebih banyak orang tahu tentang posting blog terbaru kita, tentunya kita harus melakukan promosi dengan menyebarkan tautan (link) ke blog post kita di segala tempat. Kesannya nyampah (spammy) ya. Tapi Blogger Perempuan Network punya sistem luar biasa yang membuat kegiatan menyebar link ini jadi gak berkesan spammy karena dikelola dan diwadahi dengan baik.

     1. Thread berdasarkan niche

Di grup Facebook Blogger Perempuan Network, admin grup mengunggah thread dengan tema (niche) yang berbeda setiap harinya.
   Senin: Fashion dan Beauty
   Selasa:Travel dan Culinary
   Rabu: Blogging dan Social Media
   Kamis: Friendship, Family, Parenting, Health dan Love 
   Jumat: Education, Self-Improvement, Business dan Finance.
   Sabtu & Minggu: (bebas)
Dengan begitu, blogger tahu kapan mereka harus promosikan posting blog mereka di grup Facebook. Melalui thread itu, blogger dengan niche yang sama dipertemukan lebih dekat.
Hargailah orang lain jika kamu juga ingin dihargai.


Hal ini bisa berlaku juga dalam dunia blogging. "Kunjungilah blog orang lain jika kamu juga ingin blogmu dikunjungi", lalu tinggalkan komentar yang menarik dan mendalam. Komentar macem ini bagaikan pujian untuk penulisnya. Kalau nama dan URL kita sudah nongol di kolom komentar, makin besar kemungkinan pembaca lain (yang kemungkinan juga adalah blogger) klik URL kita untuk mampir ke blog kita.
Akan lebih berfaedah kalau kita juga mau share post mereka, atau tautkan mereka di blog kita. Dengan membantu bloggers lain lebih dulu, mudah-mudahan budi baik kita dibalas dengan kebaikan pula 

     2. Get Featured

Setiap minggunya, Blogger Perempuan Network membuka kesempatan bagi membernya untuk submit link yang kemudian 10 blog post yang beruntung akan ditampilkan di Instagram Story mereka dan dengan sekali swipe up, netijen budiman akan langsung dibawa ke halaman blog post kita.

  • Bonus!

Bisa "bertemu" banyak senior blogger yang bisa dijadikan panutan. Kita bisa meningkatkan skill untuk jadi blogger yang lebih baik dengan belajar dari pengalaman berharga mereka. 

Itulah pentingnya bergabung dengan komunitas blogger. Kita jadi punya sumber informasi yang selalu update mengenai pengumuman kompetisi menulis blog teranyar. Kita juga diuntungkan dengan banyaknya tips seputar blogging langsung dari pakarnya. Komunitas blogger juga merupakan tempat yang ideal untuk mempromosikan posting blog kita, bertemu dengan blogger lain dengan niche yang sama, dan menyimak pengalaman para blogger senior untuk dijadikan pelajaran. 

Jadi, Mamah mau ikut bergabung dengan komunitas Blogger Perempuan Network juga gak?

Baca Buku untuk Bayi — Gimana Caranya?

Baca Buku Untuk Bayi - Perlukah? Mungkin timbul anggapan bahwa bayi masih belum mengerti saat orang tua membacakan buku, karena mereka...