Minggu, 28 April 2019

Ide Aktivitas Agar Anak Mau Belajar dan Mengerjakan PR Tanpa Dipaksa


Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a Mamahfaza disini 

Liburan sekolah sebentar lagi. Yeay! Ini juga berarti waktunya ujian akhir sekolah.

Sebagai bekal belajar untuk PAS (Penilaian Akhir Semester), atau kalau jaman dulu istilahnya UAS ya, biasanya anak diberi rangkuman materi dan soal-soal selama satu semester. Itu gak sedikit loh, bisa berlembar-lembar, sehingga anak biasanya jenuh mengerjakan. Padahal sebenarnya kan itu penting untuk me-review pelajaran yang sudah lama terlewati.

Terus gimana dong cara paling ampuh agar anak mau belajar tanpa Mamah harus marah-marah?

Ajak anak belajar sambil bermain. Anak bisa tetap mengerjakan soal-soal latihan tersebut dengan cara yang lebih menyenangkan, tanpa harus duduk diam menatap soal berlembar-lembar.

Ide aktivitas belajar sambil bermain ini terinspirasi dari games yang biasa saya mainkan dengan murid-murid di kelas Bahasa Inggris. Siapa disini yang Guru Bahasa Inggris? Put your hands up Haha.. Pasti udah tahu games ini deh. Permainan ini dikenal dengan nama JEOPARDY.

JEOPARDY ini salah satu games yang paling sering dimainkan dalam pelajaran Bahasa Inggris. Modelnya sih ya seperti bermain kuis. Biasanya saya mainkan setelah menyelesaikan satu bab untuk me-review vocabulary dan grammar yang sudah diajarkan. Nah, karena memang games ini cocok banget untuk kegiatan review, kenapa gak saya pakai aja untuk membantu anak saya belajar untuk PAS?

Nah, sekarang kita mulai tutorialnya ya.

Untuk belajar sambil bermain Jeopardy ini, Mamah butuh:

1. Kertas / buku kosong.
Lebih bagus lagi kalau pakai papan tulis, Mah, kalau punya. Jadi berasa kayak main kuis beneran.

2. Soal-soal latihan ujian.
Pertanyaan untuk latihan soal bisa diambil dari buku pelajaran, buku khusus latihan soal seperti LKS (Lembar Kerja Siswa), atau dari rangkuman soal yang diberikan sekolah. Untuk latihan soal PAS (Penilaian Akhir Sekolah), Si Kakak biasanya juga diberikan soal ujian tahun lalu. Yang mana saja bisa dipakai.

3. Alat tulis (bulpen / pensil / spidol).

4. Uang mainan (optional).

Nah, begini cara belajar sambil bermain Jeopardy:

1. Gambar tabel seperti contoh di bawah.


























Baris mendatar paling atas (yang berwarna hijau) untuk kategori pertanyaan. Kategori pertanyaan ini bisa diisi dengan:
- Mata pelajaran yang akan diujikan besok. Misalnya, Bahasa Inggris dan PJOK.
Tapi menurut saya, kategori ini terlalu luas, sehingga tidak banyak soal yang bisa dijawab anak. 

- Mata pelajaran dalam Tema.
Kita sudah tahu ya pembelajaran di SD menggunakan Kurikulum 2013 dilakukan secara tematik integratif. Tematik SD Kelas 2, misalnya, mencakup mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, dan SBdP (Seni Budaya dan Prakarya).

- sub tema. Setiap buku Tematik SD dibagi dalam sub-tema 1 sampai 4.

Kolom menurun paling kiri (yang berwarna kuning) untuk skor.
Makin ke bawah, makin besar nilainya. Makin besar nilai yang akan didapat, makin susah pertanyaannya. Misalnya, skor paling rendah berisi pertanyaan dengan pilihan ganda dan skor paling tinggi berisi pertanyaan uraian.
Atau, makin besar nilai yang akan didapat, makin banyak pertanyaan yang harus dijawab. Terserah Mamah enaknya yang mana.

TIPS:
Karena dalam pelajaran SD Kelas 2 ada materi tentang uang, saya menggunakan nilai mata uang sebagai skor. Setali tiga uang yah, Mah. Bisa sekalian belajar berhitung. Teteup.. Mamah-Mamah kalo gak multitasking rasanya gak enak, hehe..

Sebagai contoh, ini tabel yang saya pakai untuk belajar sambil bermain bersama Si Kakak.
Misalnya, jadwal ujian Si Kakak besok adalah Tema 5 dan Pendidikan Agama. Ada dua ronde permainan: tiap ronde untuk satu mata pelajaran. Saya gunakan nilai mata uang sebagai skor. Dua skor terendah berisi pertanyaan dengan pilihan ganda, dua skor di tengah berisi pertanyaan isian, sedangkan skor tertinggi berisi pertanyaan uraian. Untuk Tema, kategori pertanyaan saya bagi berdasarkan mata pelajaran.



PPKn
Bhs. Indonesia
Matematika
SBdP
10.000




20.000




30.000




40.000




50.000






Sedangkan untuk mata pelajaran Agama, pertanyaan saya kategorikan per bab. 


Bab 4
Bab 5
Bab 6
10.000



20.000



30.000



40.000



50.000




3. Minta anak untuk memilih satu kotak, misalnya: PPKn 30.000
Berikan pertanyaan yang sudah Mamah siapkan sebelumnya. Karena yang dipilih adalah kotak PPKn 30.000, saya carikan 2-3 pertanyaan isian dari lembar soal PPKn.

4. Jika anak berhasil menjawab pertanyaan yang Mamah berikan, dia berhak mendapat "uang" sesuai dengan skor yang tertulis, yaitu 30.000

5. Berikan tanda pada kotak-kotak yang sudah terjawab. , misalnya.

Begitu seterusnya sampai batas waktu yang ditentukan, karena meskipun belajar sambil bermain menyenangkan, fokus / konsentrasi anak tidak bisa bertahan lama.
Menurut ahli perkembangan anak, teori mudah untuk menentukan attention span atau lama anak bisa fokus adalah 2-5 menit dikali umurnya.
Misalnya, Si Kakak  yang berusia 9 tahun, otaknya hanya bisa bertahan untuk konsentrasi selama sekitar 18-45 menit. Oke, jadi saya ambil tengahnya saja. Kegiatan belajar saya batasi maksimal 30 menit, istirahat, kemudian dilanjutkan lagi.
Kita bisa ganti dengan kegiatan belajar sambil bermain yang lain. Msalnya bermain BINGO atau bermain flashcards angka untuk belajar berhitung / Matematika.

5. Untuk menambah motivasi, Mamah bisa menawarkan hadiah / reward untuk anak. Misalnya, jika bisa mendapatkan total nilai sekian, anak bisa beli makanan yang disukai besok sehabis ujian.

Masih bingung gimana cara mainnya? Silahkan head over to my Instagram @mamahfaza
Cek Highlight Stories "Main Apa Hari Ini"
Disitu Mamah bisa lihat video "tutorial" saat saya belajar sambil bermain bersama Si Kakak.

Semoga bisa membantu anak belajar untuk ujian dengan menyenangkan.
Semoga bisa jadi ide aktivitas belajar sambil bermain untuk mengajar anak di rumah.

Kalo Mamah, apa nih cara ampuh supaya anak mau belajar & mengerjakan PR tanpa Mamah harus marah-marah? Soalnya saya orangnya agak 'sumbu pendek' nih, gampang kesulut, hehe..

Selamat menikmati quality time bersama anak 💜 

5 komentar:

  1. paling sebel kalau guru ngasih banyak pr ya, kok rasanay kasihan anaknya

    BalasHapus
  2. Good job.. good idea.. kenek dicoba mbakk.. cz aslih anakku nek disuruh sinau yg benaran kek sekolah kgk mau, tp klo smbil diajak main, mau2 sendiri, bahkan malah mnt ajak main.. 😜😜

    BalasHapus
  3. Wah ini menarik banget. Anak2 pasti lebih enjoy :)

    BalasHapus
  4. mbaaa, aku mau tiru deh caranya ini :D. jujur aja aku termasuk yg sumbu pendek juga. makanya aku jrg ngajarin anak, dan lbh sering papinya, secara sabaaaar.tp kalo ada model permainan gini, rasanya aku mau coba :D. biasa anak2 lbh semangat kalo konsepny ga seperti belajar biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Cobalah sesekali. Seru loh kayak main quiz, jadi ndak berasa kayak belajar.
      Selamat mencoba. Mudah2an anak2 suka ya.

      Hapus

Baca Buku untuk Bayi — Gimana Caranya?

Baca Buku Untuk Bayi - Perlukah? Mungkin timbul anggapan bahwa bayi masih belum mengerti saat orang tua membacakan buku, karena mereka...