Langsung ke konten utama

CARA MEMBUAT BULLET JOURNAL UNTUK PEMULA: HABIT TRACKER

Assalamualaikum
Muna Fitria a.k.a. @mamahfaza disini


Kita semua perlu punya kebiasaan baik yang berfaedah dalam hidup. Kalau sampai sekarang masih belum punya, berarti kita harus pilih satu kebiasaan baik yang ingin kita lakukan dan mulai menanamkannya sampai jadi rutinitas.

Nah, habit tracker bisa membantu proses ini. Kita bisa menuliskan kegiatan apapun yang kita ingin rutinkan dan catat untuk memantau bisakah kita istiqomah. Misalnya, ingin rutin menghindari makan gorengan demi menghindari kolesterol? Tulis di habit tracker dan mulai wujudkan.

HABIT TRACKER ADALAH ...

"Habit Tracker" diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti "Pencatat Kebiasaan".

Lalu kenapa kita harus mencatat kebiasaan (tracking habits)?

Penggagas Bullet Journal, Ryder Carroll, dalam salah satu videonya menyampaikan bahwa Habit Tracker adalah salah satu cara sederhana untuk membuat diri kita lebih berkomitmen untuk merutinkan suatu kebiasaan baik (habit).

Saat kita ingin mengubah suatu kebiasaan buruk, misalnya, tidak cukup dengan niat dalam hati saja, tapi ada rekam jejak tertulis yang mencatat sudah seberapa jauh perkembangan kita. Kalau cuma di awang-awang aja, begitu ditinggal tidur, hilang sudah.


HABIT TRACKER BISA DIGUNAKAN UNTUK APA?

Habit tracker bisa digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya:

1. Untuk reminder atau pengingat kegiatan yang harus rutin dilakukan

Dalam kasus saya, misalnya, minum vitamin & susu hamil. Sebenarnya tidak ada target khusus, seperti "harus menghabiskan 2 dus susu dalam sebulan", tapi memang saya diharapkan untuk rutin minum vitamin & susu setiap hari selama masa kehamilan.

Nah karena seringkali I was like, "Tadi udah minum obat apa belum ya? Lupa.", saya catat kegiatan ini dalam habit tracker. Tiap kali setelah saya minum vitamin, saya langsung kasih tanda di habit tracker.

At the end of the day, saat saya mengisi jurnal, bisa ketahuan apa saya sudah minum vitamin atau belum. Kalau belum ada tanda, langsung buru-buru minum deh sebelum kelupaan lagi.

Contoh kegiatan lainnya seperti:

  • Memberi vitamin atau suplemen tambahan pada anak,
  • Memberi tonik penumbuh rambut pada anak,
  • Apa sudah sedekah hari ini?
  • dan lain sebagainya.

2. Untuk membantu menanamkan kebiasaan baik

Entah ingin merubah kebiasaan buruk atau untuk memulai kebiasaan baik, kuncinya adalah PENGULANGAN, karena pola perilaku yang paling sering kita lakukan akan terekam secara otomatis dalam ingatan kita sehingga lalu menjadi kebiasaan.

Habit trackers bisa digunakan untuk memastikan bahwa kita melakukan kebiasaan baru secara rutin selama beberapa waktu ke depan sampai kebiasaan itu kita lakukan secara otomatis.

Misalnya, sekarang saya sedang mencoba merutinkan minum air segera setelah bangun tidur. Sebenarnya tidak ada target pencapaian khusus, tapi karena saya ingin mendapatkan manfaatnya, maka saya coba untuk melakukannya secara rutin.

Contoh kebiasaan lain seperti:

  • Merutinkan skin care pagi / malam,
  • Menghentikan kebiasaan begadang,
  • Merutinkan olahraga ringan di pagi hari,
  • dan lain sebagainya.

3. Untuk membantu mengukur perkembangan pencapaian target

Biasanya saat tahun baru, kita suka bikin resolusi kan. Misalnya, tahun ini harus bisa langsing; berat badan harus turun sekian kilo.

Atau kalau bukan resolusi tahun baru, kita pasti punya target lah. Misalnya, minggu ini harus bisa setor hafalan Surah Al-Fajr.

Untuk mewujudkan resolusi & mencapai target ini, biar gak cuman jadi wacana & angan-angan #eh, kita butuh langkah-langkah nyata. Sedikit demi sedikit tapi rutin.

Misalnya, untuk mencapai target hafalan Surah Al-Fajr sebanyak 30 ayat dalam 7 hari berarti dalam sehari kita harus menghafal 4-5 ayat. Catatlah ini dalam habit trackers.

Contoh target lainnya seperti:

  • Beberes kamar tidur ala Konmari dalam seminggu,
  • Zumba 5x seminggu demi turun 2 kilo dalam sebulan,
  • Target blog post bulan ini,
  • dan lain sebagainya.

4. Untuk merekam (tracking) seberapa sering kita melakukan sesuatu atau seberapa sering sesuatu terjadi dan mengamati pola sebab akibatnya.

Semua setuju ya bahwa setiap kejadian ada sebab dan akibatnya, apalagi kejadian yang sering berulang sehari-hari.

Dalam kasus saya misalnya, saya masih sering mengalami nyeri tulang pelvis dan nyeri perut. Maka saya track frekuensinya dalam habit tracker karena informasi ini akan berguna saat konsultasi dengan dokter.

Kita juga bisa menggunakan catatan ini untuk mengetahui pola sebab-akibat.

Dalam habit tracker saya, misalnya, selain mencatat seberapa sering saya mengalami nyeri perut, saya juga tracking seberapa sering saya berolahraga ringan semacam stretching. Dari sini, saya bisa melihat apakah nyeri perut berkurang jika saya stretching hari itu?

Contoh hal-hal lain yang bisa diamati seperti:

  • frekuensi BAB anak bayi,
  • seberapa sering Mamah masak VS. beli makan di luar untuk mengamati pos pengeluaran bulanan,
  • seberapa sering Mamah 'ahem' dengan Papah (barangkali) untuk mengevaluasi keharmonisan hubungan atau untuk keperluan informasi medis menyangkut OBGYN,
  • dan lain sebagainya.

CARA MEMBUAT HABIT TRACKER

Untuk membuat habit tracker, pada dasarnya kita hanya perlu menggambar tabel dengan jumlah kolom sebanyak habits yang ingin dicatat dan jumlah baris sebanyak berapa hari kita ingin mencatat habits tersebut. Maka akan jadi habit tracker vertikal seperti ini:

vertical habit tracker

Atau sebaliknya, kita bisa menggambar tabel dengan jumlah kolom sebanyak berapa hari kita ingin mencatat habits tersebut dan jumlah baris sebanyak habits yang ingin dicatat. Maka akan jadi habit tracker horizontal seperti ini:

horizontal habit tracker

Seberapa lama kita ingin tracking habits juga bisa bervariasi:

bisa mingguan,

habit tracker mingguan

bulanan,

habit tracker bulanan

atau beberapa bulan sekaligus.

contoh habit tracker indonesia
habit tracker untuk beberapa bulan

Habit trackers bisa juga dibuat terpisah untuk setiap habit, jadi hasilnya lebih terlihat.

contoh habit tracker indonesia
individual habit tracker

Kalau Mamah merasa kewalahan atau tidak punya cukup waktu untuk membuat habit trackers sendiri, Mamah bisa menggunakan printable yang sudah banyak tersedia di jagat maya.

Mamah bisa masukkan kata kunci "free printable habit tracker" di kolom pencarian Google, pilih satu yang cocok, download, lalu cetak. Beres.

Beberapa bulan terakhir ini, saya juga menggunakan printable habit trackers yang saya download dari sini. Saya cetak di kertas A5, lalu saya tempelkan di jurnal saya seperti ini:

free printable habit tracker
printable habit tracker

CARA MENGGUNAKAN HABIT TRACKER

Bagaimana cara menggunakan habit trackers? Gampang. Setiap kali kita selesai melakukan 1 habit, kita langsung beri tanda di kotak yang sesuai.

Untuk menghindari kelupaan, lebih baik langsung beri tanda segera setelah selesai mengerjakan habit ya, Mam, atau paling lambat, at the end of the day.

Tandanya bisa bermacam-macam sesuai selera kita. Mau diberi tanda X V O, diarsir garis-garis, diberi warna, atau yang lain.

Misalnya:

Kemarin, 11 November, saya sudah minum vitamin, minum susu 1 gelas, dan membaca Quran.

Hari ini, 12 November, saya sudah minum vitamin, minum susu 2 gelas, face care pagi dan malam, maka saya beri tanda di habit trackers mingguan saya seperti ini:

contoh habit tracker indonesia

Bullet journal memang bisa memudahkan hidup saya sebagai ibu dengan berbagai cara, salah satunya dengan habit tracker ini. Habit tracker tidak hanya membantu kita menanamkan kebiasaan baik, tapi juga membantu kita mencapai target. Habit tracker juga membantu kita fokus pada hal-hal penting yang harus rutin kita lakukan setiap harinya.

Gimana? Sudah tergerak untuk bikin habit tracker juga demi masa depan cemerlang yang produktif?

Kalau sudah bikin, proudly post habit tracker bikinan Mamah di Instagram, dan tag saya @mamahfaza yaaah..

Jadi, kebiasaan baik apa yang ingin Mamah mulai rutinkan?

Komentar

Tira Soekardi mengatakan…
MAKASIH SHARINGNYA
Fanny F Nila mengatakan…
mbaaaa kamu rapi sekaliiii bikinnya :D. aku tuh termasuk yg sering mencatat apa2 yg penting, trtama kerjaan kantor sih. tp ga serapi ini ditulis :D. dan kadang msh blm konsisten :(. suka lupa nulisnya itu.

tp melihat punyamu ini, jd pgn lbh serius sih mencatat semua habit yg mau aku biasain. Trtama ttg olahraga, baca alquran.. kalo skincare dan vitamin, tanpa jabit tracker aku ga bakal lupa, krn itu udh kebiasaan dr smp. malah ga enak aja kalo sampe skincare ga aku lakuin.

kuncinya memang itu sih, hrs rutin :D.
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
Nah, iya, Mbak. Tujuannya emang supaya habits baru ini akhirnya jadi "otomatis" kayak vitamin & skincare itu.
Aku kalo gak ditulis itu, Mbak, ku awang2, ku tinggal tidur, hilang sudah ��
Astria tri anjani mengatakan…
Saya dulu sering banget kayak gini pas jamannya masih sekolah dan baru tahu kalau namanya habit tracker😁
Kebiasaan bikin habit tracker gini ampuh lho bikin saya makin rajin. Sayangnya sekarang udah jarang banget bikin.
Apa kudu bikin lagi ya🤔
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
bikin.. bikin.. bikin.. 😁
Amirotul Choiriah mengatakan…
ini termasuk resolusi saya tahun 2020 nih, biki habit tracker. tapi, masih sering gak konsisten mba.. kadang lupa gitu aja :D
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
biar gak lupa, biasanya habit tracker kuisi langsung setelah selesai mengerjakan habit. atau paling telat ya pas malem mau tidur, Mbak.
Muhammad Zaenal Abidin mengatakan…
Makasih kak, lagi belajar buat ginian hehe
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
Selamat mencoba, Kak :)
April Fatmasari mengatakan…
Saya cari info tentang habit tracker, ketemu blog ini. Terima kasih tulisannya, Mbak

Popular Posts

Les Coding Anak Tidak Susah Kok; Ini Pengalaman Anakku Ikut Kelas Hacktivkidz

Assalamualaikum Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.  Alasan mendasar pengin mendaftarkan les coding anak buat Si Kakak, anak pertamaku, adalah karena gampang-gampang susah loh memilih aktivitas buat anak usia 11 tahun.  Aku pengin mencari kegiatan yang bisa jadi hobi dan kesibukan dia agar waktunya produktif, yang sesuai dengan minatnya, yang menantang, dan sekaligus yang bisa digunakan untuk mengasah keterampilan untuk karir di masa depan. Setelah selidik sana-sini, membandingkan ini-itu, dan musyawarah dengan Si Papah, alhamdulillah kami memutuskan bahwa kegiatan yang memenuhi semua kriteria di atas adalah BELAJAR CODING . "Hah? Coding ? Itu yang untuk membuat program komputer sama aplikasi hape itu kan? Belajar coding untuk anak apa engga terlalu susah?" I know.. I know..  Awalnya aku juga mikir gitu. Tapi setelah nyoba belajar di sekolah coding anak Hacktivkidz, kekhawatiran itu terpatahkan. Hacktivkidz by Hacktiv8 Hacktiv8 adalah lembaga pendidikan yang memberikan p

Checklist Isi Tas Persiapan Melahirkan Caesar di Rumah Sakit

Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.. Minggu ini, kehamilanku memasuki minggu ke-37. Sebenarnya HPL Baby No.3 ini masih sekitar pertengahan Januari. Tapi karena dia harus dilahirkan secara Caesar, maka operasi dijadwalkan 2 minggu lagi. Sambil menunggu hari-H, jangan sampai lupa, Mah! Ada satu hal penting yang harus dipersiapkan menjelang persalinan, yaitu mengepak tas untuk dibawa saat melahirkan ke rumah sakit. Pastinya kita tidak mau ada yang tertinggal saat menginap di rumah sakit kan. Sebaiknya isi tas persiapan melahirkan ini sudah dipersiapkan sekitar 2 minggu sebelum HPL, just in case si janin lahir lebih awal dari tanggal perkiraan. Saat melahirkan Caesar biasanya dibutuhkan waktu sekitar 3-4 hari untuk tinggal di rumah sakit . Mamah harus  check-in sehari sebelum operasi untuk berbagai pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dengan dokter anestesi. Umumnya Mamah sudah diperbolehkan pulang sehari setelah operasi , kecuali ada kondisi yang meng

Kombinasi Nutrisi & Kandungan Serum Pencerah Wajah Terbaik untuk Usia 20-an

Assalamualaikum Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini Serum pencerah wajah terbaik bukan yang memutihkan ya! Mindset kita rasanya sudah lama 'diracuni' dengan standar kecantikan yang salah kaprah. 'Memiliki wajah berkulit putih' selalu yang digaungkan menjadi tujuan dalam rangkaian perawatan kulit wajah. Tidak jarang juga model iklan yang terpampang adalah bule atau eonni Korea dengan karakteristik kulit yang jauh berbeda dengan kulit kita. Padahal penduduk Indonesia kan termasuk dalam ras Malayan Mongoloid yang memiliki ciri khas warna kulit sawo matang. Pola pikir inilah yang perlu diubah mulai sekarang. Standar kecantikan wanita Indonesia seharusnya bukanlah yang berkulit putih. Meskipun dengan warna kulit agak kecokelatan, wanita Indonesia bisa tetap tampil cantik dengan kulit wajah cerah dan tidak kusam. Mindset  lain yang perlu diperbaiki adalah pentingnya asupan nutrisi untuk melengkapi perawatan kulit. Tidak cukup dengan produk perawatan wajah, pola makan, gaya