Langsung ke konten utama

Bikin DIY Mudah dari Kalender Bekas Bersama Anak

Assalamualaikum..
Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini..

tutorial diy mudah dari kalender bekas

Hai, Mah.. Main apa hari ini sama anak-anak?

Seperti yang sudah dibahas disini, mengingat manfaatnya untuk menyiapkan mental anak dalam persaingan dunia, agendakan bermain kompetitif bersama anak yah dalam minggu ini.

Nah, untuk mendukung permainan kompetitif anak, kali ini Alhamdulillah saya bisa menepati janji untuk berbagi tutorial DIY mudah yang bisa digunakan untuk berbagai macam permainan anak.

Meskipun ini DIY / do-it-yourself / bikin sendiri, tapi caranya gampang: tinggal gunting dan tempel, sehingga ini bisa jadi kegiatan DIY seru bersama anak. Bahan-bahannya juga gratis. Inshallah di setiap rumah sudah tersedia, apalagi akhir tahun begini. Bisa jadi pilihan cara pemanfaatan kalender bekas yang menumpuk setiap akhir tahun.

Iya.. Bahan utamanya ini. Kalender meja.

tutorial diy mudah dari kalender bekas

Kalender ini, Mah, kalo di rumah saya selalu numpuk gak karuan, karena saya selalu dapat dari sekolah. Ditambah lagi selalu ada orangtua murid yang ngasih. Lalu ada lagi dari kantornya si Papah. Masih nambah lagi kalau ada perusahaan customer yang ngasih. Alhamdulillah jadi ndak pernah kepikiran beli kalender tiap tahun.

Di sisi lain, aku jadi bingung mau ditaruh dimana lagi para kalender ini. Nasibnya kadang sampai tidak terpakai. Kalau Mamah punya masalah yang sama, maka DIY ini bisa jadi solusi pemanfaatan kalender bekas.

Dengan tutorial DIY yang mudah, kalender-kalender bekas ini bisa berubah fungsi menjadi Papan Skor / Score Board.

Papan skor ini bisa dipakai untuk segala macam permainan. Mulai dari olahraga kompetitif, seperti sepak bola, bulu tangkis, tenis, basket, lari; atau kegiatan edukatif yang dimainkan seperti kuis, seperti Permainan Cerdas Cermat, Tebak Gambar atau Number Cards. Apa saja!

Tutorial

Oke, mari kita mulai tutorialnya. Karena DIY ini sangat mudah, ajak anak untuk ikut membantu sesuai dengan kemampuan mereka. Malahan, anak kelas satu seusia Kak Faza bisa melakukan semuanya sendiri. Mamahnya tinggal membantu dan mengarahkan.

Bahan-bahannya:

  • Kalender meja bekas.
  • Kalender dinding bekas, atau kertas putih polos biasa.
  • Lem / double tape.
  • Gunting.
  • Penggaris.
  • Alat tulis apapun. Bisa pensil, pulpen, krayon, pensil warna, spidol, brush pen, apapun

tutorial diy mudah dari kalender bekas

Cara membuat:

1. Gunting kalender dinding / kertas polos seukuran kalender meja.

2. Tempelkan ke tiap lembar kalender meja dengan lem / double tape.

Memang agak tricky saat membiarkan anak mengaplikasikan lem cair. Kemungkinan menjadi berantakan akan lebih besar. Tapi menggunakan lem relatif lebih hemat. Lebih baik gunakan stick glue. Dengan double tape, hasilnya akan lebih rapi, meskipun pemakaiannya agak boros.

3. Kalau kalender meja Mamah agak lebar seperti punya saya, bagi 1 lembar menjadi dua. Caranya, tarik garis tengahnya dengan penggaris, lalu gunting.

4. Tuliskan nomer berurutan dari mulai lembar kedua hingga lembar terakhir, di kedua sisi. Untuk lembar pertamanya bisa dibikin jadi semacam cover.

Tuliskan mulai dari nomer 0, karena skor selalu dimulai dari 0 - 0 kan. Sayangnya saya lupa! Jadi lembar cover menjadi penggantinya.

Tuliskan nomernya dalam ukuran besar, sehingga lebih mudah dilihat.

Gunakan warna yang berbeda untuk setiap sisi. Pada contoh disini ada Tim Cokelat dan Tim Biru.

tutorial diy mudah dari kalender bekas

Ini waktunya berkreasi! Bebaskan anak untuk membuat nomernya sesuai yang dia inginkan. Mau diwarnai, atau tidak. Mau tulis pakai crayons, atau spidol, atau pensil. Mau dihias, atau tidak. Bebas!

Tapi karena kertas kalender dinding biasanya mengkilat, tidak semua jenis alat tulis bisa dipakai.

5. Siap untuk melengkapi permainan kompetitif bersama anak!

Hasil jadinya seperti ini, Mah.

tutorial diy mudah dari kalender bekas

Penting untuk diingat:

Agar kegiatan ini menjadi kegiatan DIY seru bersama anak, Mamah diharap bisa sebanyak mungkin memberikan komentar positif dan semangat selama proses pembuatan. Kita para Mamah ini terkadang suka memberi komentar yang secara tidak sadar menciutkan hati anak-anak:

"Haduuuh.. Ini mengguntingnya kok gak lurus sih! Kayak Mamah gini loh, rapi!"

"Ya ampun, Kaaak! Ngasih lemnya kebanyakan ini. Udah sini. Mamah aja yang ngelem"

Familiar? Banget, kalo buat saya.

Akibatnya sekarang Kak Faza terkadang jadi gampang menyerah: "Udah nih Mamah aja deh", karena secara tidak sadar dia takut mencoba karena takut diomelin Mamahnya kalo salah. Lah padahal kan wajar saja kalau anak melakukan kesalahan, atau kalau hasilnya tidak sempurna.

Maka dari itu, Mah, sering-sering ajak anak untuk membuat DIY guna melatih keterampilan motorik halusnya. Anak dengan kemampuan motorik halus yang bagus umumnya bisa menggunting dengan lurus, mewarnai 'tidak keluar garis', atau menulis dengan rapi. Gimana? Marvelous toh?

Ayo, Mah, agendakan juga kegiatan membuat DIY yang seru dan mudah bersama anak yaaa..

Selamat menikmati waktu berkualitas bersama anak!

tutorial diy mudah dari kalender bekas

Komentar

Reyne Raea / Rey mengatakan…
Waaahhhh save!!!
KAlender bekas saya banyak, kadang saya buang aja di tong sampah biar di ambil pak sampah, boleh juga ini jadi mainan ama anak2 :D
Qurratul Ain mengatakan…
wah nggak nyangka bisa untuk bikin papan skor. Boleh juga nih idenya. Makasih ya sharing nya, mba
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
Sama-sama. Papan skornya ini selanjutnya bisa dipake buat macem2 permainan.
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
Iya. Tadinya saya juga gitu, Mbak. Tapi kan eman ya gak sih karena masih bagus kinyis-kinyis. Mana kertasnya bagus kan.
Alhamdulillah dapet ide dibikin jadi beginian.

Popular Posts

Les Coding Anak Tidak Susah Kok; Ini Pengalaman Anakku Ikut Kelas Hacktivkidz

Assalamualaikum Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.  Alasan mendasar pengin mendaftarkan les coding anak buat Si Kakak, anak pertamaku, adalah karena gampang-gampang susah loh memilih aktivitas buat anak usia 11 tahun.  Aku pengin mencari kegiatan yang bisa jadi hobi dan kesibukan dia agar waktunya produktif, yang sesuai dengan minatnya, yang menantang, dan sekaligus yang bisa digunakan untuk mengasah keterampilan untuk karir di masa depan. Setelah selidik sana-sini, membandingkan ini-itu, dan musyawarah dengan Si Papah, alhamdulillah kami memutuskan bahwa kegiatan yang memenuhi semua kriteria di atas adalah BELAJAR CODING . "Hah? Coding ? Itu yang untuk membuat program komputer sama aplikasi hape itu kan? Belajar coding untuk anak apa engga terlalu susah?" I know.. I know..  Awalnya aku juga mikir gitu. Tapi setelah nyoba belajar di sekolah coding anak Hacktivkidz, kekhawatiran itu terpatahkan. Hacktivkidz by Hacktiv8 Hacktiv8 adalah lembaga pendidikan yang memberikan p

Checklist Isi Tas Persiapan Melahirkan Caesar di Rumah Sakit

Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.. Minggu ini, kehamilanku memasuki minggu ke-37. Sebenarnya HPL Baby No.3 ini masih sekitar pertengahan Januari. Tapi karena dia harus dilahirkan secara Caesar, maka operasi dijadwalkan 2 minggu lagi. Sambil menunggu hari-H, jangan sampai lupa, Mah! Ada satu hal penting yang harus dipersiapkan menjelang persalinan, yaitu mengepak tas untuk dibawa saat melahirkan ke rumah sakit. Pastinya kita tidak mau ada yang tertinggal saat menginap di rumah sakit kan. Sebaiknya isi tas persiapan melahirkan ini sudah dipersiapkan sekitar 2 minggu sebelum HPL, just in case si janin lahir lebih awal dari tanggal perkiraan. Saat melahirkan Caesar biasanya dibutuhkan waktu sekitar 3-4 hari untuk tinggal di rumah sakit . Mamah harus  check-in sehari sebelum operasi untuk berbagai pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dengan dokter anestesi. Umumnya Mamah sudah diperbolehkan pulang sehari setelah operasi , kecuali ada kondisi yang meng

Kombinasi Nutrisi & Kandungan Serum Pencerah Wajah Terbaik untuk Usia 20-an

Assalamualaikum Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini Serum pencerah wajah terbaik bukan yang memutihkan ya! Mindset kita rasanya sudah lama 'diracuni' dengan standar kecantikan yang salah kaprah. 'Memiliki wajah berkulit putih' selalu yang digaungkan menjadi tujuan dalam rangkaian perawatan kulit wajah. Tidak jarang juga model iklan yang terpampang adalah bule atau eonni Korea dengan karakteristik kulit yang jauh berbeda dengan kulit kita. Padahal penduduk Indonesia kan termasuk dalam ras Malayan Mongoloid yang memiliki ciri khas warna kulit sawo matang. Pola pikir inilah yang perlu diubah mulai sekarang. Standar kecantikan wanita Indonesia seharusnya bukanlah yang berkulit putih. Meskipun dengan warna kulit agak kecokelatan, wanita Indonesia bisa tetap tampil cantik dengan kulit wajah cerah dan tidak kusam. Mindset  lain yang perlu diperbaiki adalah pentingnya asupan nutrisi untuk melengkapi perawatan kulit. Tidak cukup dengan produk perawatan wajah, pola makan, gaya