Menulis Blog bagi Ibu Rumah Tangga

mengapa ibu rumah tangga menulis blog


Blog ini memang baru saja kumulai a short while ago di awal tahun, setelah Baby Sha lahir dan aku resign dari pekerjaan mengajarku. Setelah beberapa bulan "diam" di rumah menjadi Ibu Rumah Tangga, aku mulai menyadari betapa banyaknya waktu yang kupunya dalam sehari dibandingkan saat masih kuliah atau bekerja.

Dimulai dari diary jaman sekolah dulu dan sekarang sudah berevolusi menjadi bullet journal, memang aku selalu suka menulis. Tapi jujur ku baru kepikiran menulis di blog kurang lebih setahun yang lalu. Entah kenapa.



Menulis somehow ...
  • terasa seperti mengasah intelektualitas. Paling tidak, waktu yang kuhabiskan di depan HP dan laptop tidak kuhabiskan hanya untuk endless scroll di media sosial atau streaming video YouTube dan drama Korea #eeaa Menulis itu kuanggap semacam asah otak. Jadi dengan menulis, kuasah otakku agar (mudah-mudahan) makin tajam. Apalagi dalam kehidupan sebagai ibu rumah tangga, with all due respect, hopefully no offense is taken, kegiatan didominasi oleh kerja otot yang berulang-ulang macam robot: ke pasar - masak - mandiin anak - suapin anak - antar jemput anak - beberes rumah - laundry - ... (repeat). Menulis blog terasa seperti kegiatan segar di luar rutinitas, which I'm excited to do.
  • membuat ku lebih terorganisir. Paling tidak, ku harus buat draf perencanaan tulisan yang akan diunggah. Sebenarnya ku juga sudah buat jadwal blogging rutin, tapi sayangnya sampai sekarang masih belum bisa aku jalankan. Makanya blog post masih published tak menentu.

  • membuatku lebih percaya diri dan bikin mood-ku lebih bagus. Paling tidak, saat kubaca lagi tulisanku, terpercik rasa puas macam: "Wah, bisa juga ku menulis model begini. Lumayan lah ya.." Apalagi dengan banyaknya tanggapan dan komentar positif dari teman-teman maupun netijen yang budiman, wah.. suasana hati makin bagus, keluarga kena imbas jadi ikutan tambah happy juga.
  • membuatku merasa lebih produktif dan berfaedah. Paling tidak, unggahan media sosialku tidak melulu berisi foto selfie-ku dengan anak-anak yang disamarkan dengan caption quotes bijak, curhatan-curhatan manjah, atau my stand on politik dan SARA yang seperti memantik api di tumpukan jerami (mudah terbakar!)
  • membuatku belajar ilmu baru, karena ternyata menulis blog tidak semudah menulis di jurnal, sodara. Banyak hal yang sebelumnya ku tidak pernah tahu, macam SEO #uhuk, desain gambar, langkah membuat konten berkualitas, dan banyak lainnya.

Itulah kenapa ku mulai menulis blog sejak jadi ibu rumah tangga. Tersedianya lebih banyak waktu di rumah dibandingkan saat masih bekerja dan keinginan kuatku untuk terus belajar dan mengajar jadi penggerak utama jari-jari ini terus mengetik.

Jadi ...
jika kamu ibu rumah tangga seperti saya yang ingin suasana hati yang lebih baik, menjadi lebih terorganisir, lebih percaya diri, merasa lebih produktif, memberi manfaat bagi orang lain, dan belajar ilmu baru,
ayo menulis blog!

Komentar

Postingan Populer