Langsung ke konten utama

CARA MEMBUAT BULLET JOURNAL UNTUK PEMULA: MONTHLY LOG

Assalamualaikum..
Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini..

contoh bullet journal indonesia pemula monthly log

Masih dalam rangkaian Tutorial Bullet Journal untuk Pemula, setelah Future Log dan Habit Tracker, sekarang ku akan berikan step-by-step cara membuat Monthly Log.
Mumpung masih semangat tahun baru, moga-moga masih semangat bikin bullet journal juga yaaah.
Let's get it!

MONTHLY LOG ADALAH ...

Monthly Log jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti "Catatan Bulanan". Jadi Monthly Log adalah catatan jadwal acara, peristiwa, atau rencana kegiatan dalam sebulan. Awalnya memang begitu, tapi bukan Bullet Journal namanya kalau tidak bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya. Kita bisa menambahkan fitur apapun yang kita butuhkan ke dalam Monthly Log. Misalnya, mau sekalian digabungkan dengan Habit Tracker atau mau menambahkan target bulan ini yang harus dicapai. Boleeeh.. Custom made ajah..

Baca juga: Cara Membuat Bullet Journal untuk Pemula: Habit Tracker

MONTHLY LOG DI BULLET JOURNAL BISA DIGUNAKAN UNTUK APA?

Berbeda dengan Future Log yang dibuat untuk kurun waktu satu tahun, Monthly Log digunakan untuk kurun waktu satu bulan saja. Biasanya Monthly Log di Bullet Journal digunakan untuk mencatat:
  • rencana kegiatan, jadwal acara, atau peristiwa yang terjadi dalam satu bulan
  • hal-hal yang harus dikerjakan pada bulan tersebut
  • fokus atau target yang harus dicapai pada bulan tersebut

CARA MEMBUAT MONTHLY LOG DI BULLET JOURNAL

Sesuai dengan namanya, Monthly Log di Bullet Journal dibuat setiap bulan. Biasanya, seminggu sebelum akhir bulan, ku sudah buat Monthly Log (dan spreads lainnya) untuk bulan depan. Dengan begitu, ku bisa antisipasi lebih awal apa yang akan terjadi atau apa yang harus dilakukan bulan depan. Saat bulan sudah berganti, Monthly Log juga sudah siap pakai.

MONTHLY LOG VERSI ORIGINAL BY RYDER CARROLL

Awalnya, konsep Monthly Log yang dibuat Ryder Carroll, sang pencipta Bullet Journal, sangat sederhana seperti ini:

Ryder Carroll's Monthly Log in his Bullet Journal
versi original Monthly Log
(Image Source)

Halaman sebelah kiri adalah semacam kalender bulan ini dengan tanggal yang diurutkan dari atas ke bawah. Di sini bisa dicatat jadwal acara, rencana kegiatan, atau peristiwa yang terjadi pada bulan ini. Selain itu, Ryder juga menyisipkan Habit Tracker mini di sisi kanan halaman.
Sementara halaman sebelah kanan adalah catatan tugas-tugas yang harus dikerjakan bulan ini.

Kalau mau mulai dengan yang simpel, Mamah bisa buat Monthly Log versi original di atas. Caranya:
  • Tuliskan nama bulan di atas halaman sebagai 'judul'. Buat tulisannya agak lebih besar, atau dengan tulisan hias (dekoratif), misalnya cursive (tulisan 'tegak bersambung'), huruf balok, atau lainnya. Kalau butuh inspirasi menulis judul halaman di bullet journal, Mamah bisa googling "header bullet journal" dan silahkan pilih yang Mamah suka.
  • Di sisi kiri halaman, tuliskan urutan tanggal dari atas ke bawah.
  •  Di sebelah tanggal, tuliskan inisial hari pada tanggal tersebut. Misalkan, jika tanggal 15 adalah hari Minggu, maka 15 M atau 15 S (Sunday).
cara penulisan tanggal dan hari pada Monthly Log

Tips:
Mamah bisa mulai dari menuliskan urutan tanggal dari bawah ke atas, dari akhir ke awal bulan. Ruang yang tersisa di bagian atas halaman lalu bisa digunakan untuk menuliskan nama bulan dengan hiasan-hiasan.
Karena pernah satu kali sudah kutulis nama bulan besar-besar, ku hias-hias, eh tapi lalu waktu nulis urutan tanggal, halamannya enggak cukup dong Kegedean judul.

CONTOH TAMPILAN MONTHLY LOG DI BULLET JOURNAL

Like I said, kita bisa memodifikasi bullet journal kita sesuka hati sesuai kebutuhan. Nah, berikut beberapa tampilan Monthly Log yang pernah kubuat. Kusertakan langkah-langkah cara membuatnya dan kelebihan atau kekurangan yang kualami saat menggunakan tampilan tersebut. Semoga menginspirasi dan bisa jadi referensi bujo ideas untuk Mamah ya :)

contoh bullet journal indonesia pemula monthly log
tampilan Monthly Log versi original dengan kategori terpisah

Tampilan Monthly Log di atas memodifikasi versi original-nya Ryder Carroll. Urutan tanggalnya tidak kutulis di sisi kiri halaman, tapi di tengah halaman, supaya kupunya ruang untuk dua kategori terpisah. Kolom sebelah kiri adalah untuk mencatat jadwal acara atau rencana kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti jadwal mengajar. Kolom sebelah kanan adalah untuk yang lain, seperti yang berhubungan dengan anak (misal, jadwal Posyandu Balita) atau personal (misal, lunch dengan teman).

Menurutku, tampilan ini ...
[+] Cocok untuk working mom, di luar atau di rumah. Urusan pekerjaan jadi bisa terpantau karena dituliskan di kolom terpisah, jadi tidak bercampur dengan yang lain, secara ada seabrek urusan ibu-ibu yah: anak-anak, arisan, rumah, apa lagi lah.. 
[+] Cocok untuk pelajar atau mahasiswa juga. Kolom sebelah kiri bisa dipakai untuk urusan sekolah atau kuliah, seperti deadline ngumpulin tugas. Kolom sebelah kanan bisa dipakai untuk urusan personal, seperti janji ketemuan sama temen.
[-] Tidak ada cukup ruang untuk menuliskan catatan-catatan tambahan seperti memori atau events yang terjadi.
[-] Bagi orang visual sepertiku, ku tak bisa pakai tampilan seperti ini. Ku harus melihat bentuk kalender untuk bisa membuat gambaran hari-hari dalam sebulan dalam otakku. Jadi kalau pakai tampilan seperti ini, seringnya ku tidak sadar bahwa ternyata deadline terjemahan klien tinggal 1 minggu lagi!

contoh bullet journal indonesia pemula monthly log
Monthy Log dengan flap (saat flap tertutup)
contoh bullet journal indonesia pemula monthly log
Monthy Log dengan flap (saat flap terbuka)


Kalau mau menghemat ruang, Mamah bisa bikin tampilan ini. Monthly Log tidak ditulis di buku, tapi di selembar kertas yang ditempelkan di pinggir buku, atau yang disebut flap. Kalau aku sih bilangnya kayak bendera, hihi..

Menurutku, tampilan ini ...
[+] menghemat halaman buku
[+] multifungsi. Bisa berfungsi jadi bookmark (penanda halaman): tinggal kita lipat flap ke halaman Weekly Log minggu ini atau ke halaman Daily Log hari ini (seperti foto di atas). Selain itu, flap juga bisa jadi label pemisah antara bulan ini dengan bulan lainnya.
[+] membuat akses untuk melihat kalender bulan ini lebih mudah. Daripada bolak balik halaman dari Weekly ke Monthly Log, atau dari Daily ke Monthly Log cuman buat lihat tanggal doang.
[-] tidak punya cukup ruang untuk menuliskan banyak catatan karena Monthly Log hanya berupa list di selembar kertas kecil.

Cara membuatnya:
  • Potong kertas separuh lebar halaman buku.
  • Tempelkan di sisi tepi halaman dengan selotip atau washi tape.
  • Tulis kalender mini di bagian atas halaman dan urutan tanggal di bagian bawahnya.
Tampilann Monthly Log dengan flap.
Kanan: flap terbuka. Kiri: flap tertutup

Kalau ingin menambahkan goals atau focus atau daftar tugas yang harus dikerjakan pada tampilan Monthly Log ini juga bisa.

Cara membuatnya:
  • Di satu sisi flap, tulis urutan tanggalnya.
  • Di sisi lainnya, buat kalender mini di bagian atas halaman dan gunakan ruang di bawahnya untuk menuliskan goals atau focus atau daftar tugas yang harus dikerjakan bulan ini.

contoh bullet journal indonesia pemula monthly log
tampilan Monthly Log dengan kalender 2 halaman

Tampilan Monthly Log dengan kalender 2 halaman seperti ini bisa dibilang adalah salah satu yang paling basic dan simpel. Cukup gambar kalender bulan ini dalam 2 halaman dan beres. Di sini kubuat juga ruang untuk Notes di sisi kanan halaman untuk catatan seperti daftar belanja dan hal-hal yang ingin kulakukan pada bulan tersebut. Bagian Notes ini juga bisa digunakan untuk menuliskan Goals atau Focus atau daftar tugas yang harus dilakukan. Seperlunya Mamah aja.

Cara membuatnya:
  • Lakukan pengukuran. Hitung berapa kotak/titik/sentimeter panjang 1 halaman. Bagi menjadi 6: 1 bagian untuk judul, 5 bagian untuk kalender. Lalu hitung berapa kotak/titik/sentimeter lebar 2 halaman. Bagi menjadi 8 bagian: 7 bagian untuk 7 hari dalam seminggu dan 1 bagian untuk Notes.
  • Gambar kalender seperti biasa.
Menurutku, tampilan ini ...
[+] sederhana, mudah dibuat. Untuk pemula, bisa mulai dengan tampilan Monthly Log seperti ini.
[+] cocok untuk orang visual sepertiku.
[+] punya banyak ruang untuk menuliskan jadwal acara, rencana kegiatan, atau memori tentang peristiwa yang terjadi.

contoh bullet journal indonesia pemula monthly log
tampilan Monthly Log kalender 2 halaman dengan goals

Atau kalau mau menambahkan goals bulan ini juga bisa. Manfaatkan saja sisa ruang yang tersedia.

contoh bullet journal indonesia pemula monthly log
tampilan Monthly Log dengan kalender hexagonal

Tampilan Monthly Log di atas pada dasarnya adalah kalender 2 halaman, hanya saja bentuknya segi enam, bukan kotak.

Cara membuatnya:
  • Dengan pensil, gambar kalender seperti biasa.
  • Ganti setiap kotak menjadi bentuk segi enam.
  • Tebali kalender dengan pulpen atau spidol pilihan Mamah
Menurutku, tampilan ini ...
[+] punya banyak ruang untuk menuliskan jadwal acara, rencana kegiatan, atau memori tentang peristiwa yang terjadi.
[+] kelihatan bagus, beda dari biasanya. Ya kan?!
[-] bikinnya syusyah, ya Allah. Memakan lebih banyak waktu dibandingkan bikin kalender kotak-kotak biasa. Ku sekarang sudah beranak 3, tak sempat lagi lah bikin yang cantik-cantik macam ini.

contoh bullet journal indonesia pemula monthly log
tampilan Monthly Log dalam 1 halaman

Ini adalah tampilan Monthly Log yang belakangan kupakai. Favorit so far karena ...
[+] tidak menghabiskan banyak tempat, cukup 1 halaman.
[+] ada ruang untuk menuliskan hal-hal yang mau fokus ku lakukan bulan ini dan quote yang mau terus ku ingat bulan ini sebagai motivasi.
[+] tetep ada tampilan kalender mini untuk kebutuhan visualku.

Cara membuatnya:
  • Tulis nama bulan di bagian atas halaman.
  • Bagi lebar halaman menjadi 2 bagian.
  • Di kolom sebelah kanan, tulis urutan tanggal dari atas ke bawah.
  • Di kolom sebelah kiri bagian atas, gambar kalender mini.
  • Pakai ruang yang tersisa untuk menuliskan focus atau goals yang ingin dicapai, atau tugas-tugas yang harus selesai bulan ini.

 CARA MENGGUNAKAN FUTURE LOG DI BULLET JOURNAL

Gimana? Sudah tentukan mau bikin tampilan Monthly Log yang mana? Nah. Setelah selesai dibuat, Monthly Log siap digunakan. Begini cara menggunakannya:
  • Selalu migrasikan / pindahkan jadwal dari Future Log ke Monthly Log saat bulannya tiba. Cek highlight story "Bullet Journal" di Instagram @mamahfaza untuk tutorial cara migrasi dari Future Log ke Monthly Log.
  • Update selalu Monthly Log. Setiap ada jadwal kegiatan baru dalam bulan ini, segera tambahkan ke Monthly Log. Begitu juga setiap ada events atau peristiwa penting yang terjadi bulan ini, tambahkan juga ke Monthly Log.
  • Gunakan kode warna (color code) untuk beberapa "aspek" kegiatan dalam hidup, misalnya keluarga, pekerjaan, personal, urusan rumah, dan lainnya. Sebagai contoh nih, beberapa kode warna yang ku pakai adalah: hijau untuk Si Kakak, ungu untuk Si Adik, biru untuk pekerjaan dan blogging. Jadi, setiap ada kegiatan yang berhubungan dengan Si Kakak, misalnya, ku pakai warna hijau untuk memberi tanda. Dengan memberikan kode warna pada kalender di Monthly Log, secara sekilas kita bisa melihat kegiatan apa saja yang terjadi di bulan ini: lebih banyak urusan pekerjaan kah, atau mengurus kegiatan Si Kakak yang makin padat kah.
  • Optional: Untuk akses yang lebih mudah, kita bisa bookmark Monthly Log dengan washi tape, atau paper clip. Jadi kalau kita mau merujuk kembali pada Monhly Log, lebih gampang menemukan dan membalik halamannya.
 
bookmark Monthly Log dengan washi tape di tepi halaman bagian atas
Menuliskan rencana kegiatan dan jadwal acara dalam sebulan membuat kita merasa lebih punya kontrol dalam kehidupan sehari-hari. Jadi gak sering kelupaan ini itu, atau bisa lebih matang merencanakan suatu acara, misalnya.
Selain itu, mencatat goals atau focus setiap bulan di Monthly Log (secara visual) mengingatkan kita tentang apa yang penting, yang harus diprioritaskan, jadi hidup tuh lebih terarah karena punya tujuan.
Mudah-mudahan Mamah juga jadi ndak gampang stres karena gak kebanyakan yang disimpen di kepala. Itulah kenapa Monthly Log wajib ada di bullet journal.

Jadi gimana? Sudah siap bikin Monthly Log di bullet journal?
Kalau sudah bikin, share denganku yah lewat DM atau tag Instagram @mamahfaza
I'd looove to see your creation.
Sampai jumpa di Instagram


contoh bullet journal indonesia pemula monthly log

Komentar

  1. Kalau saya sih ndak pakai monthly log karena sudah tertuang di Future Log. Jadi langsung weekly log.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. Bentuk Future Log nya kayak gimana? Karena saya biasanya di Future Log cuma catatan sekilas saja tanpa detail. Karena ruangnya terbatas juga.
      Tapi memang pusat perencanaan sehari-hari ada di weekly log sih.

      Hapus
  2. Wah lengkap bangettt jelasinnya. Aku juga baru bikin bujo dan fokus banget ke weekly spread :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah.. Welcome to bullet journaling 💜
      Iya aku pun begitu, Mbak. Pusat perencanaan sehari-hari memang di Weekly Log.

      Hapus
  3. Aku juga suka bikin beginian, tapi gak serapi dan sedetail ini. Pengen langsung bikin rasanya pas nyampe rumah. Auto bookmark ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay.. Welcome to bullet journaling.
      Boleh banget langsung bikin, Mbak. Mudah-mudahan postingan ini bisa jadi panduan yang gak menyesatkan ya, haha..

      Hapus
  4. Aku skr bikin bullet journal ini mbaaa :D. Ngikutin cth mu yg kotak2, 2 halaman. Supaya LBH gampang sih. Ini per january aku udh mulai catet semua target2 ku, daily activities ku, supaya di akhir THN nanti kliatan target apa aja yg udh tercapai :). Semoga ga cuma sebulan 2 bulan sih yaaa :p. Tapi aku bertekad hrs rutin sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. yeeeay.. Welcome to bullet journaling, Mbak 👏 👏 Mudah-mudahan bisa rutin yah.. Tapi don't worry. Bullet journaling itu perjalanan trial-and-error kok. Harus mengeksplorasi model bagaimana yang cocok dengan kita.

      Hapus
  5. Saya milih isi planer aja deh, paling nggak kreatif saya kalau bikin yang lucu-lucu gini hahaha.
    Saya rajin mencatat, tapi udahlah tulisan jelek, pun nggak ada artistiknya pula, membosankan lama-lama hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama lah anak Mamah udah 3 ini makin susah bikin dekorasi yang gemas2. Tapi kalau pakai planner, gak ada yang cocok sama aku. Akhirnya selalu ndak kepake. Sedih aku tuh jadinya.

      Hapus
  6. tulisan ini bikin aku ingat lagi soal pencarian jurnalnya. belum nemu yang pas di hati, akhirnya sampai bulan februari ini blum juga bikin bujo haha.. btw, salah kenal mamah maza :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga, Mbak :)
      Btw, masih ada beberapa hari lagi sebelum Maret buat bikin bujo Maret, hehe..

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Checklist Isi Tas Persiapan Melahirkan Caesar di Rumah Sakit

Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini..

Minggu ini, kehamilanku memasuki minggu ke-37. Sebenarnya HPL (Hari Perkiraan Lahir) Baby No.3 ini masih sekitar pertengahan Januari. Tapi karena dia harus dilahirkan secara Caesar - karena sebelumnya saya sudah melahirkan melalui bedah Caesar sebanyak dua kali - maka operasi dijadwalkan 2 minggu lagi.
Semua Mamah pasti setuju, begitu masuk bulan ke-8 kehamilan, badan mulai terasa tidak nyaman (lagi). Ukuran badan sudah menjadi berkali lipat, termasuk perut yang makin besar menyesuaikan berat si janin yang sudah 2 kiloan. Apalagi kalau si janin sudah masuk panggul, ... *tarik nafas dalam *hembuskan Rasanya makin tidak sabar menunggu hari kelahiran tiba.

Sambil menunggu hari-H, ada beberapa hal yang bisa Mamah lakukan untuk 'membunuh waktu'; melupakan segala ketidaknyamanan dan menggantikannya dengan kesenangan. Bisa dengan berbelanja kebutuhan bayi(siapa yang tidak riang hatinya saat shopping?), mendekorasi atau menata u…

Memilih Krim Sretch Mark Aman Untuk Ibu Hamil | Review Mama's Choice Sretch Mark Cream

Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini..

"Gatel itu emang paling enak kalo digaruk"

Bener gak nih, Mah? Tapi kalau menggaruk perut yang gatal saat hamil, wah, bisa bahaya. Ketika hamil, kulit akan meregang bersamaan dengan makin besarnya ukuran perut. Ini menyebabkan robekan pada lapisan bawah kulit, lalu timbul garis-garis warna merah atau cokelat. Kalau Mamah garuk, rasa gatalnya bisa makin menjadi, lalu bisa muncul stretch mark.
Di saat seperti inilah krim stretch mark datang sebagai penyelamat.
MAMA'S CHOICE Coba Mamah google "stretch mark cream". Hasilnya? Foto produk Mama's Choice Stretch Mark Cream seperti di atas yang langsung muncul. Penasaran dong kenapa produk ini bisa tampil di hasil pencarian teratas Google, lalu ku cobalah Mama's Choice Stretch Mark Cream ini.
Mama's Choice fokus menyediakan produk aman untuk ibu dan bayi. Setiap produk dibuat dengan bahan natural yang terpercaya, halal, bebas toksin, dan tanpa bahan ki…