Langsung ke konten utama

5 Cara Mengenal Diri Sendiri Lewat Self-Awareness

Assalamualaikum..
Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini..

cara mengenal diri sendiri

Mencari cara mengenal diri sendiri mungkin terdengar egois yah. Kesannya kayak cuma mikirin diri sendiri. Tapi sebenarnya mengenal diri sendiri adalah awal dari menjadi versi terbaik dari diri kita. Dengan begitu, kita pun bisa menjalankan peran di kehidupan kita, entah sebagai pasangan, teman, karyawan, atau orangtua, dengan sebaik-baiknya

Cara mengenal diri sendiri yang paling utama adalah dengan membangun self awareness (kesadaran diri). Dengan kata lain, kesadaran diri adalah kunci untuk membuka diri yang sebenarnya, serta bisa menjadi pintu untuk mengenal orang lain dan dunia kita. Dengan sadar diri, kita akan memahami apa yang sedang terjadi dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi.

Self Awareness (Kesadaran Diri)

Sebenarnya apa sih self-awareness itu? Self Awareness - oleh Robert L. Solso dalam bukunya "Psikologi Kognitif" (2007) - diartikan sebagai kesadaran akan setiap peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, meliputi pikiran, perasaan, fisik, dan memori. Bisa dibilang, self awareness adalah proses refleksi diri atau perhatian yang terbangun saat kita mencoba untuk memahami keadaan internal diri.

Orang yang memiliki kesadaran diri (self awareness) akan secara sadar memikirkan hal-hal yang dia alami dan emosi-emosi yang berhubungan dengan pengalaman tersebut. Sebaliknya, jika belum memiliki kesadaran diri, dia akan sering lepas kendali atas emosi, perasaan, dan keberadaan diri.

Cara Mengenal Diri Sendiri

Seperti dijelaskan sebelumnya, self-awareness adalah kunci penting untuk membuka pintu menuju jati diri yang sebenarnya. Berikut 5 cara mengenal diri sendiri melalui self-awareness:

1. Refleksi

Sama halnya dengan saat tim HRD melakukan wawancara kerja untuk mengetahui potensi kita, atau saat kita ingin kenal lebih dekat dengan si dia ~ahem~, kita bisa mengajukan pertanyaan pada diri sendiri untuk mengenal diri lebih dalam.

Pertanyaan yang diajukan bisa beragam, semisal "Siapa aku?", "Nilai-nilai apa yang aku pegang sebagai prinsip dalam hidup?", "Apa yang bisa aku berikan pada sekitarku?", atau pertanyaan reflektif lainnya. 

Aku pribadi menggunakan bullet journal sebagai wadah untuk menampung refleksi diri selama kurang lebih 2 tahun. Aku cukup googling "journal prompts for self reflection" lalu tinggal pilih pertanyaan mana yang paling ngena untuk aku gunakan sebagai refleksi. Jawabannya kemudian aku tuliskan dalam jurnal. Terkadang bisa sampai panjang lebar; tapi terkadang tidak banyak juga yang bisa aku ungkapkan.

Selain menuliskan dalam jurnal (atau blog atau menjadi buku), cara mengenal diri sendiri lewat mengajukan pertanyaan refleksi ini bisa dilakukan saat ngobrol dengan orang terdekat, atau berbicara pada diri sendiri (di depan kaca, atau dengan merekam suara, atau vlog mungkin).


2. Flashback

Seberapa banyak kita menggerutu, mengumpat, galau, marah, atau sinis pada orang-orang dan lingkungan di sekeliling kita? Seberapa sering kita lepas kendali akan emosi, perasaan, dan tindakan kita?

Padahal sebenarnya aku paham betul bahwa membentak anak itu berdampak pada putusnya sambungan neuron atau sel-sel di otaknya. Tapi aku terkadang masih kelepasan meneriaki anak; mengomel dengan nada tinggi. Lalu menyesal setelahnya. Tapi besoknya kejadian begitu lagi. Hiks..

Untuk mengungkap identitas diri yang sebenarnya dan mengapa kita bertindak seperti yang biasa kita lakukan, kita harus paham dengan cerita hidup kita. Karena sejatinya perilaku kita banyak dipengaruhi oleh trauma masa lalu yang belum terselesaikan. Beranikan diri dan besarkan hati untuk bersedia menjelajahi masa lalu kita. Ini adalah langkah penting untuk mengenal diri sendiri dan menjadi pribadi yang kita inginkan.

Sebuah artikel di psychalive.org melaporkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa "koherensi kisah hidup memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kesejahteraan psikologis". Ini artinya kepribadian dan identitas kita ditentukan oleh seberapa dalam pemahaman kita terhadap apa yang terjadi pada diri kita. Semakin kita bisa menghubungkan masa sekarang dengan kisah hidup di masa lalu, maka kita akan semakin mampu membuat keputusan dan bertindak dengan mindful (sadar dan terkendali).


3. Jeda

Jadi gini. Normalnya, prefrontal cortex lah bagian otak yang bertugas memecahkan masalah, mengatur emosi, berpikir kritis, dan membuat keputusan. Tapi saat kita berada dalam situasi sulit, kacau, bahaya, atau yang berpotensi memicu trauma, otak kita berada dalam mode survivalyang notabene lebih banyak mengandalkan insting mencari selamat. 

Aku pakai pengalamanku sebagai contoh yah. Suatu hari, tetanggaku berkomentar bahwa operasi Caesar tidak sakit karena tidak harus mengalami kontraksi hingga pembukaan lengkap. Seketika itu juga aku merasa "terancam" dan otak otomatis berubah menjadi survival mode. Regulasi emosi sudah tidak bisa dijalankan.

Untuk mengembalikan fungsi prefrontal cortex, beri jeda pada diri. Bahkan sesingkat menarik nafas panjang. Dengan demikian, we can be back to our senses dan bereaksi lebih baik.


4. Mengenali Emosi

Emosi merupakan suatu reaksi mental dan psikologis yang muncul secara spontan ketika seseorang berhadapan dengan suatu kondisi. Ada 4 emosi dasar, yaitu: senang, sedih, marah, dan takut. Keempat emosi ini kemudian berkembang menjadi berbagai nuansa emosi yang biasa digambarkan dalam emotion wheel (roda emosi).

cara mengenali diri sendiri dengan mengenali emosi
(Emotion Wheel)

Sebenarnya tidak ada emosi yang benar/salah, karena ini merupakan reaksi manusiawi dalam menghadapi sesuatu. Perilaku yang mengikuti munculnya emosi lah yang bisa dinilai benar atau salah.

Tidak hanya emosi negatif seperti takut, marah, atau sedih saja yang bisa menunjukkan perilaku yang salah. Emosi positif seperti bahagia juga bisa merugikan jika tidak paham bagaimana cara mengendalikannya.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mengendalikan perilaku emosional diri? Langkah pertama adalah tentu saja dengan cara mengenal diri sendiri. Pada suatu waktu kita merasakan emosi bergejolak, kenali emosi tersebut. Bukan hanya merasakan, tapi juga mengidentifikasi dan menyebutkan perasaan tersebut.

5. Menggali Pikiran yang Menyertai Emosi Tersebut

Cara mengenali diri sendiri lewat hubungan sebab akibat antara kejadian di masa sekarang dengan narasi hidup kita. Kita bisa mengenali diri sendiri lebih dalam dengan mengetahui alasan dibalik reaksi yang timbul akibat suatu hal.

Kembali ke cerita mengenai komentar tetanggaku tentang operasi Caesar. Dengan self awareness, aku sadar dengan apa yang sedang terjadi pada diriku dan kenapa aku bereaksi seperti itu. Mengingat aku sudah 3 kali melahirkan dengan operasi Caesar, aku merasa kesal dengan pendapat bahwa operasi Caesar "cuman gitu doang". Padahal aku mengambil risiko besar, mengalami komplikasi dan efek samping jangka panjang sebab operasi Caesar. Seakan semua rasa sakit yang aku alami ini tidak ada nilainya atau tidak dianggap valid.

____________________

Demikianlah 5 cara mengenali diri sendiri lewat self-awareness. Ingat selalu bahwa proses mengenali diri sendiri ini adalah sebuah perjalanan pribadi yang berlangsung sepanjang hayat.

Selamat berkenalan lebih dekat dengan diri sendiri, Mah :)

Komentar

  1. Menarik kak, aku langsung mencoba praktikin untuk mengenal diri sendiri. Aku rasa memang penting sih terutama untuk manajemen emosional dan berprilaku

    BalasHapus
  2. wah ini artikel yang menarik dan. bermafaat
    karena kadang orang blm bs mengenal dirinya sendiri ya mbak
    aku mau coba praktikkan ah

    BalasHapus
  3. Duuuh aku lagi emosi ni kak...dan pengen teriak sekencangnya, tapi lagi dikantor pula...yang ada nanti pada kaget kalo aku teriak..hahahah

    BalasHapus
  4. Mengenali diri sendiri dengan baik bukanlah sifat egois ya Kak. Justru ketika kita bisa mengenal siapa diri kita dengan baik, maka kita juga bisa mengenal orang lain dengan baik juga.

    Terima kasih atas pencerahannya kakak. Jadi tau langkah yang tepat untuk mengenali diri sendiri....

    Nice info

    BalasHapus
  5. Menarik sekali, Mbak seputar 5 cara mengenal diri sendiri melalui self-awareness. Dan memang sejatinya, kita harus mengenal diri sendiri. Karena yang tau apa saja dalam diri kita, termasuk potensi diri, ya diri kita sendiri. Maka nantinya saat mengalami masalah, bisa mengatasi. Termasuk berdamai dengan diri sendiri.

    BalasHapus
  6. Ini perlu juga karena adakalanya seakan sudah mengenal diri sendiri padahal sebenarnya belum tuntas, sehingga acap kali salah kaprah.

    BalasHapus
  7. Relate banget sama kehidupanku sekarang, Kak. Terutam tahap 1 dan 3, kudu bisa refleksi dan mau mengambil jeda. Berusaha ga tergesa-gesa lagi, agar apa yang dikehendaki tercapai. Kalaupun gagal ya pasti ada pelajarannya. Makasih dah diingatkan, memang ini proses berkelanjutan, terus-menerus.

    BalasHapus
  8. Oh ada ya journal prompts for self reflection gitu, aku mau ah coba juga untuk lebih mengenal diri sendiri. Tiap orang punya emosi tapi gak seua bisa mengebdalikannya ya.

    BalasHapus
  9. Topiknya aku suka banget, mengenal diri sendiri. Jujur sedalam apapun berusaha mengenali diri, tetap aja kadang terkejut dengan reflek reaksi saat ada hal-hal di luar dugaan. Yah, kek misal dapat komen ngga enak gitu. Tapi minimal kontrol emosi makin baik sih dengan self-awareness ini.

    BalasHapus
  10. Wah bener banget tuh. Cara paling gampang mengenali diri sendiri ya bs bertanya kpd org lain, terutama yg sering berinteraksi dgn kita. Jd kita bs mawas diri utk selalu jd lebih baik di hadapan org.

    BalasHapus
  11. self-awareness adalah kunci penting untuk membuka pintu menuju jati diri yang sebenarnya

    suka banget dengan kalimat ini....perjalanan ke dalam diri adalah kunci menuju ke kesadaran diri dan penerimaan

    BalasHapus
  12. Dulu aku sempat kehilangan arah dan ga kenal diri sendiri. Asli masa itu kacau banget hidupku, ga mau mengulang hal yang sama. Maka coba kenali lagi diri sendiri

    BalasHapus
  13. Artikelnya bagus banget ini. Memang perlu banget sih mengajukan pertanyaan2 kepada diri sendiri utk self awareness. Kadang kita merasa baik-baik aja selama ini, padahal kalo mau dikorek lebih dalam, ada peluang2 perbaikan yg bisa kita lakukan untuk diri sendiri ya

    BalasHapus
  14. aku.baru tau nih tentang self awareness ini, ternyata bisa membuat kita mengenali diri sendiri dengan lebih baik yaaa

    BalasHapus
  15. Samaan kak muna.. aku pun masih sering kelepasan meneriaki anak atau mengomel dengan kelakuan mereka. Kemudian lagi-lagi menyesal.
    Kadang merasa gagal. Tapi cepat berusaha agar membesarkan mereka dengan lebih baik.
    Saya masih belajar menunda emosi agar tidak berlebihan bereaksi. Beberapa kali berhasil meski kadang ada juga yang lepas kontrol

    BalasHapus
  16. Banyak cara untuk bisa mengenali self awareness ini ya, dan memang semakin nambah umur makin penting kita untuk menjaga emosi dan meredamnya, mau pelajari lebih lanjut ttg journal prompt for self reflection ini

    BalasHapus
  17. Iyes stuju si... mengenal diri sendiri adalah langkah awal untuk kita bisa berdamai dengan diri sendiri pada beragam peristiwa yang dialami

    BalasHapus
  18. ternyata dengan cara ini saya bisa mengenal diri sendiri di mulai dari kebiasaan hingga emosi juga... sangat membantu banget ni artikel untuk kita semua

    BalasHapus
  19. Dengan mampunya kita mengenali diri sendiri makan kita akan mampu untuk mengontrol emosi, mampu mengetahui potensi yang kita miliki, dan tentunya kita akan mampu untuk hidup bermasyarakat. Begitu banyak alasan yang membuat kita memang benar-benar harus mengenali diri sendiri terlebih dahulu.

    BalasHapus
  20. Bulan Oktober lalu, aku sama teman ikutan tantangan 31 Days Self Discovery. Jadi setiap hari ada pertanyaan yang harus kita gali. Lumayan sih abis ngejurnal gitu, jadi ngeh kaya value apa sih yang penting buat kita, dan kadang ada yang bikin surprise juga. Eh ternyata aku tuh begini ya. Semoga sih bisa terealisasi apa yang diharapkan akan dilakukan dari journaling kemarin itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh wow. seru banget kayaknya tantangan self discovery. siapa penyelenggaranya, kak? Tanos kah?

      Hapus
    2. bukan Tanos. Hanya tantangan di salah satu WAG aja.

      Hapus

Posting Komentar

Popular Posts

Checklist Isi Tas Persiapan Melahirkan Caesar di Rumah Sakit

Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.. Minggu ini, kehamilanku memasuki minggu ke-37. Sebenarnya HPL Baby No.3 ini masih sekitar pertengahan Januari. Tapi karena dia harus dilahirkan secara Caesar, maka operasi dijadwalkan 2 minggu lagi. Sambil menunggu hari-H, jangan sampai lupa, Mah! Ada satu hal penting yang harus dipersiapkan menjelang persalinan, yaitu mengepak tas untuk dibawa saat melahirkan ke rumah sakit. Pastinya kita tidak mau ada yang tertinggal saat menginap di rumah sakit kan. Sebaiknya isi tas persiapan melahirkan ini sudah dipersiapkan sekitar 2 minggu sebelum HPL, just in case si janin lahir lebih awal dari tanggal perkiraan. Saat melahirkan Caesar biasanya dibutuhkan waktu sekitar 3-4 hari untuk tinggal di rumah sakit . Mamah harus  check-in sehari sebelum operasi untuk berbagai pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dengan dokter anestesi. Umumnya Mamah sudah diperbolehkan pulang sehari setelah operasi , kecuali ada kondisi yang meng

BULLET JOURNAL INDONESIA UNTUK PEMULA: MONTHLY LOG

Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.. Masih dalam rangkaian Tutorial Bullet Journal untuk Pemula, setelah Future Log dan Habit Tracker, sekarang ku akan berikan step-by-step cara membuat Monthly Log. Mumpung masih semangat tahun baru, moga-moga masih semangat bikin bullet journal juga yaaah. Let's get it ! MONTHLY LOG ADALAH ... Monthly Log jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti "Catatan Bulanan". Jadi Monthly Log adalah catatan jadwal acara, peristiwa, atau rencana kegiatan dalam sebulan . Awalnya memang begitu, tapi bukan Bullet Journal namanya kalau tidak bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya. Kita bisa menambahkan fitur apapun yang kita butuhkan ke dalam Monthly Log. Misalnya, mau sekalian digabungkan dengan Habit Tracker atau mau menambahkan target bulan ini yang harus dicapai. Boleeeh.. Custom made ajah.. Baca juga: Cara Membuat Bullet Journal untuk Pemula: Habit Tracker MONTHLY LOG DI BULLET JOURNAL BISA

Pengalaman Menggunakan Menstrual Cup: Review G Cup

Assalamualaikum. Muna Fitria a.k.a. @mamahfaza disini. Kali ini aku mendatangkan bintang tamu seorang pejuang lingkungan hidup, karena dia telah ikut ambil bagian dalam mewujudkan hidup minim sampah dengan beralih dari pembalut sekali pakai ke menstrual cup . Please welcome my dear friend , Titis Ariwangi a.k.a. @lollyboob Ku undang temanku ini mampir ke blog untuk memberikan ulasan jujur mengenai penggunaan menstrual cup sebagai solusi haid minim sampah . Disclaimer: Review G Cup ini ditulis murni berdasarkan pengalaman pribadi dengan tujuan untuk memberikan wawasan tentang penggunaan menstrual cup bagi pemula. Review ini tidak disponsori oleh pihak mana pun dan bukan bertujuan untuk mempromosikan produk apa pun. Halo, Semuanya. Perkenalkan. Aku Titis. Guru Bahasa Ingris di sebuah sekolah internasional di Surabaya. Usia 29 tahun (per 2020). Menikah. Ibu 1 anak. Sebenarnya aku baru menggunakan menstrual cup untuk 1x siklus menstruasi. Meskipun bisa dibilang terlalu