Langsung ke konten utama

Tips Menata Meja Office Partition Sesuai Protokol Kesehatan

Assalamualaikum.
Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.

tips menata meja partisi kantor sesuai protokol kesehatan

Diberlakukannya new normal membuat kita harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru yah. Salah satunya dalam bidang pekerjaan. Semua kegiatan yang melibatkan banyak orang harus mematuhi protokol kesehatan.

Hal ini juga berlaku di lingkungan perkantoran. Desain ruangan dan tatanan meja harus diubah. Mengubah meja menjadi office partition bisa menjadi keputusan yang tepat.

Penataan ulang ini bertujuan agar seluruh pegawai yang terpaksa bekerja di kantor (termasuk suamiku, huhu..) tetap bisa menjaga jarak. Kantor yang tidak mematuhi protokol kesehatan kemungkinan besar akan dilarang beroperasi.

Karenanya, menata meja partisi kantor ini sangat penting. Berikut beberapa tips untuk menata meja partisi sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Tips Menata Meja Partisi Kantor Sesuai Protokol Kesehatan

1. Memberi jarak antara meja 2 meter

Sebenarnya standar jaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan adalah 1 meter. Tapi untuk lebih amannya sih setidaknya berikan jarak antara meja yang satu dengan yang lain sejauh 2 meter.

Jarak ini sudah bisa mengantisipasi jarak jangkauan droplet yang keluar dari hidung atau mulut seseorang secara tidak sengaja. Dengan pemberian jarak 2 meter ini mungkin ruangan akan terasa cepat penuh.

Untuk mengantisipasinya, Anda bisa memecah yang tadinya satu ruangan menjadi dua atau tiga ruangan. Meskipun terlihat boros tempat, akan tetapi keputusan ini adalah yang terbaik untuk bersama-sama dengan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait penyebaran virus.

tips menata meja partisi kantor sesuai protokol kesehatan
Ilustrasi penataan meja berjarak 2 meter
Photo by Adolfo FĂ©lix on Unsplash

2. Menggunakan bilik khusus meja kerja

Selanjutnya, meja kerja juga bisa ditata ulang dengan menempatkan bilik-bilik khusus. Bilik khusus ini terdiri dari empat dinding yang telah dilengkapi dengan bukaan untuk akses keluar masuk pegawai.

Ada berbagai bahan dinding bilik yang bisa digunakan, antara lain kaca akrilik, papan kayu, atau plastik yang dihubungkan dengan pipa PVC.

Selain bisa menekan interaksi fisik antar karyawan, bilik khusus ini juga bisa meningkatkan privasi setiap karyawan. Hal ini sangat penting terutama jika salah satu karyawan memang membutuhkan ruang privasi untuk mencapai performa terbaiknya. Dengan bekerja lebih fokus, pekerjaan bisa diselesaikan dengan waktu yang lebih cepat.

3. Menggunakan sekat antar meja

Menggunakan bilik seperti cara sebelumnya memang sangat efektif untuk menekan angka penularan virus dan meningkatkan privasi karyawan. Akan tetapi, tentu saja itu akan sedikit memakan biaya. Padahal kan beberapa perusahaan ketika masa pandemi mengalami penurunan income, jadi budget memang hal yang benar-benar harus diperhatikan.

Solusi atas masalah tersebut adalah dengan membuat sekat antar meja. Dibandingkan dengan membuat bilik, sekat jauh lebih sedikit menghabiskan budget. Sekat ini bisa terbuat dari bahan kaca, mika, plastik, maupun akrilik.

Jika ingin interaksi antar karyawan tetap terjaga, menggunakan bahan transparan bisa menjadi pilihan yang tepat.

4. Mengubah tatanan meja menjadi linear

Kriteria protokol kesehatan lainnya yang juga harus diterapkan adalah mengurangi kontak wajah. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika tatanan meja diubah menjadi pola linear.

Dengan tatanan ini, tidak akan ada pekerja yang saling berhadapan satu sama lain. Mereka akan saling membelakangi sehingga risiko menularkan virus akan diminimalkan.

tips menata meja partisi kantor sesuai protokol kesehatan
Ilustrasi penataan meja linear & tidak berhadapan
Photo by Austin Distel on Unsplash

____________________

Nah. Itulah beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menata meja partisi kantor sesuai dengan protokol kesehatan. Saat ini sudah banyak yang menyediakan partisi kantor. Salah satu yang cukup direkomendasikan adalah dari arkadiafurniture.co.id karena sudah terbukti memiliki kualitas yang baik.

Komentar

fanny_dcatqueen mengatakan…
Dulu pas msh ngantor, aku msh sempet ngurusin layout kantor supaya bisa sesuai utk prokes. Meja yg td nya bisa 4 orang, jd cm 2. Ruangan utk sales team di kurangin, dan bbrp staff hrs pindah ke ruangan meeting yg kosong.

Trus OJK minta denah layout juga hrs diganti. Sesuai Ama jumlah orang yg ada di ruangan. Dan meja2 yg ditempati hrs diksh tanda tertentu. Ribeeeeeet itu.

Gitu juga ruangan yg mana staff ketemu nasabah. Hrs pake partisi kaca.

Tapi ya mah gimana lagi :D. Memang hrs dibiasain slama pandemi. Tapi utk urusan partisi , aku tinggal hubungan vendor yg udah terdaftar sebagai partner kantor :)
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
Adaptasi ya, Mbak.
The only thing that is constant is change.
Kalau di kantor suami, sepertinya belum dilakukan perubahan layout kantor. Karena hanya 25% pegawai yang kerja di kantor.
Nur Asiyah mengatakan…
Biasanya meja kantor yang jaraknya deket satu sama lain jadi wajib 2 meter ya kak. Banyak perubahan dan butuh adaptasi juga jadinya.
steffifauziah mengatakan…
kalau dulu kantor saya enggak pakai bilik, malah liat kantor kakak saya pakai bilik. sekarang selama pandemi mau gak mau kembali ke dulu lagi ya pakai bilik. tapi eamng lebih aman sih. biar enggak mudah tertular juga.
admin/ hani mengatakan…
Dipikir sudah hampir satu tahun ini, kita berada di masa pandemi. Banyak hal yang harus disesuaikan, termasuk tata letak furniture kantor. Sekarang ini saya masih mengajar dari rumah sih. Entah kalau sudah mulai mengajar, berarti kelas juga harus diatur yah
Nanik Nara mengatakan…
Penerapan prokes menjaga jarak ini jadi berimbas juga pada layout ruangan kerja ya mbak, antar meja harus diberi jarak.
Inova Melisa mengatakan…
Iya ya kak pandemi membuat banyak sistem harus berubah termasuk letak meja kantor, partisi berkualitas pasti sangat membantu di masa pandemi seperti ini ya kak.
Fakhruddin mengatakan…
Dulu sempat ngetrend yang disebut open space. Saat di kantor, sy salah satu yang menyuarakan tempat kerja tanpa sekat, tanpa partisi.

Dan benar saja, manajemen setuju. Partisi dibongkar. Senang melihat tempat yang lega tanpa sekat.

Eh datanglah pandemi, sekat-sekat itu dipasang kembali dengan lebih tinggi dari sebelumnya. Sedih lihatnya. Kantor jadi sumpek kembali.

Tapi bagajmana lagi demi kesehatan para pegawai.

Semoga pandemi segera berakhir.
Masruhin Bagus mengatakan…
Sekarang kantor 2 pelayanan, front office nya pake tambahan partisi dari acrylic. Sebagai pembatas. Ada juga yg pake plastik mika tebal.
Nurhilmiyah mengatakan…
Perlu banget nih meja partisi kantor sesuai protokol kesehatan. Secara masa pandemi gini kl bs kita punya ruangan sendiri malah ya, hehe... tp kl gak bs ya kerja dengan meja partisi juga solusi terbaik.
Mugniar mengatakan…
Iya sih ya di zaman sekarangsegala sesuatunya harus diubah, beradaptasi dengan si coronces yang membabi buta.
hujan di jendela mengatakan…
Langsung inget kantorku mb, hehehe benar banget nih, sejak pandemi ruangan kantorku juga sudah berubah. Semua meja sudah disekat dengan mika untuk menjaga kemungkinan yang buruk terkait covid-19.
Rohyati Sofjan mengatakan…
Sekarang saja di bank dan toserba sudah dipasang partisi, ada yang terbuat dari plastik atau kaca. Itu sebenarnya memberi rasa aman bagi pekerja karena interaksi dengan banyak orang dalam waktu bergiliran.

Saya suka konsep partisi kantor dalam drakor yang disekat antarmeja. Itu lebih mudah dalam hal interaksi tetapi tetap ada jarak.
Yah, idealnya jangan terlalu dekat.
Kata Nieke mengatakan…
Kalau ke bank dan kantor pelayanan konsumen provider telekomunikasi sekarang juga dipasangi partisi antar-karyawan dan kaca untuk berhadapan dengan klien/konsumen. Bahkan restoran dan mini market juga dipasangi kaca atau plastik di meja kasirnya. Berhubung ini di masa koronces, adanya partisi itu seperti memberi kesan bahwa ada unsur keamanan dan protokol kesehatan yang dijaga. Semoga suaminya selalu sehat-sehat, Mbak. :) Memang ada kantor yang masih masuk kantor, ada juga yang variasi berapa hari masuk, berapa hari bekerja dari rumah. Mau gimana lagi, meski deg-degan. Perlindungan datangnya dari Yang Kuasa, semoga kita semua dilindungi.
Mei Daema mengatakan…
baca artikelnya saya jadi kangen banget ke kantor ka, udah lama ga balik kantor dna pastinya sekarang akan beda banget ya kondisinya
iidyanie mengatakan…
Di kantor suami juga sudah menerapkan partisi dan jarak 2 meter seperti gambar di atas, pas banget saat pandemi ini jadi interaksi lebih diminimalkan, tapi menggunakan sekat kaca setidaknya masih bisa lihat satu sama lain :)
Riana Dewie mengatakan…
Ulasan ini sangat bermanfaat mbak untuk perusahaan2 juga karyawan yang masih aktif selama masa pandemi. Semoga bisa menjadi kesadaran bersama & bisa melindungi satu sama lain.
Mutia Ramadhani mengatakan…
Buat karyawan yg udah mulai ngantor, masih ngeri-ngeri sedap ini berinteraksi di ruang kerja. Setidaknya kalo pakai partisi, kita bisa tetap nyaman bersangkut paut dengan tenang.
http://kakilasak.com/ mengatakan…
Pernah di sidak sama dinas terkait. Sampe back officenya. Kl frontlinerkan tampak ok, pas blkg ehhh.. masi deketan duduknya hhaa
Shafira Adlina mengatakan…
wah ga kebayang nih lagi covid gini harus ngantor trus biliknya umpel-umpelan. pas banget memang kalau bilik dan mejanya terpisah kaya di gambar di atas. jadi lebih aman ya kak
Beaufo mengatakan…
Tips diatas sangat bermanfaat bagi saya, yang sedang merintis usaha kecil - kecilan walau dulu sekedar candaan. Terima Kasih atas Tipsnya. Insyaa Allah Segera diterapkan
Anggraeni Septi mengatakan…
pakai partisi gini juga buat kenyamanan karyawan ya apalagi kalo jaraknya diatur, jadi bisa tetap aman deh meski ngantor di masa pandemi :)
Renov - renovrainbow.com mengatakan…
Di masa pandemi seperti ini, pembatasan jarak memang penting banget. Apalagi di kantor dimana kita harus aktif bekerja selama 8 jam. Jadi penasaran kalau kantor punya sarana kantin, seperti apa ya pembatasannya. Syukur-syukur kalau sebagain dikirim wfh jadi pas jam istirahat gak numplek di kantin.
Han mengatakan…
Diubah jadi kayak gitu juga baguss yaaa. Sekalian butuh untuk ganti suasana nihh. Nice ideaaa
Shyntako mengatakan…
iya tuh, berarti perusahaan-perusahaan banyak yang harus merubah denah partisi kantornya ya, demi kesehatan dan kebaikan bersama tuh, karena kan biasanya selama ini partisi kantor tuh berhadapan tuh didesainnya
Amir Mahmud mengatakan…
Imbasnya sampai ke sini juga ya. Penataan ruang. Memang sih ini penting agar konsep jaga jarak bisa diterapkan.
Andayani Rhani mengatakan…
meskipun belum bekerja, saya cukup prihatin sih mba sama pekerja selama pandemi seperti inii. untung sekarang sudah ada meja praktisi kantor khusus ya mbak yang sudah profesional.
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
Betul. Tidak semua perusahaan punya Business Continuity Plan di masa pandemi begini. Padahal kan perubahan/adaptasi harus segera dilakukan agar bisa survive.
Dian Rahayu mengatakan…
Pandemi memang membuat kita beradaptasi dalam banyak hal, termasuk penataan meja kerja. Pencegahan memang lebih baik daripada pengobatan, kan?
Celoteh Dini Hari mengatakan…
partisi kantorku pak ekertas karton dong wwwlkwllw

sebelum pandemi ga pake partisi tipa mejanya mbak, sejak pandemi, jadi dipakein, kebetulan pabrik karton, jadi bikin sndiri partisinya, bahkan dijual, wkkkw
Aisyah Dian mengatakan…
Dulu partisi terasa sumpek banget ya kak, sekarang mau nggak mau ya harus memakainya demi prokes ya. Semoga pandemi ini lekas berlalu jadi bisa lega lagi deh
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
Sumpek banget apalagi kalau ukurannya kecil. Aduh rasanya gak punya cukup ruang untuk kerja dan simpan berkas dan peralatan kantor.
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
hmmm.. seperti apakah wujudnya partisi yang terbuat dari karton? penisirin.
Muna Fitria Hidayat mengatakan…
betul. dalam usaha untuk survive.
Indri Ariadna mengatakan…
Model tatanan linear bagus juga dan rapi ya, tapi kalau ruang kantor luasnya terbatas dan pegawai banyak, mungkin di sekat pakai pembatas ya pilihannya mba.
Kokoh Hendra Liem mengatakan…
Biasanya meja kantor bersekat-sekat untuk memisahkan antara satu sama lain

Popular Posts

Checklist Isi Tas Persiapan Melahirkan Caesar di Rumah Sakit

Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.. Minggu ini, kehamilanku memasuki minggu ke-37. Sebenarnya HPL Baby No.3 ini masih sekitar pertengahan Januari. Tapi karena dia harus dilahirkan secara Caesar, maka operasi dijadwalkan 2 minggu lagi. Sambil menunggu hari-H, jangan sampai lupa, Mah! Ada satu hal penting yang harus dipersiapkan menjelang persalinan, yaitu mengepak tas untuk dibawa saat melahirkan ke rumah sakit. Pastinya kita tidak mau ada yang tertinggal saat menginap di rumah sakit kan. Sebaiknya isi tas persiapan melahirkan ini sudah dipersiapkan sekitar 2 minggu sebelum HPL, just in case si janin lahir lebih awal dari tanggal perkiraan. Saat melahirkan Caesar biasanya dibutuhkan waktu sekitar 3-4 hari untuk tinggal di rumah sakit . Mamah harus  check-in sehari sebelum operasi untuk berbagai pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dengan dokter anestesi. Umumnya Mamah sudah diperbolehkan pulang sehari setelah operasi , kecuali ada kondisi yang meng

Les Coding Anak Tidak Susah Kok; Ini Pengalaman Anakku Ikut Kelas Hacktivkidz

Assalamualaikum Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.  Alasan mendasar pengin mendaftarkan les coding anak buat Si Kakak, anak pertamaku, adalah karena gampang-gampang susah loh memilih aktivitas buat anak usia 11 tahun.  Aku pengin mencari kegiatan yang bisa jadi hobi dan kesibukan dia agar waktunya produktif, yang sesuai dengan minatnya, yang menantang, dan sekaligus yang bisa digunakan untuk mengasah keterampilan untuk karir di masa depan. Setelah selidik sana-sini, membandingkan ini-itu, dan musyawarah dengan Si Papah, alhamdulillah kami memutuskan bahwa kegiatan yang memenuhi semua kriteria di atas adalah BELAJAR CODING . "Hah? Coding ? Itu yang untuk membuat program komputer sama aplikasi hape itu kan? Belajar coding untuk anak apa engga terlalu susah?" I know.. I know..  Awalnya aku juga mikir gitu. Tapi setelah nyoba belajar di sekolah coding anak Hacktivkidz, kekhawatiran itu terpatahkan. Hacktivkidz by Hacktiv8 Hacktiv8 adalah lembaga pendidikan yang memberikan p

Kombinasi Nutrisi & Kandungan Serum Pencerah Wajah Terbaik untuk Usia 20-an

Assalamualaikum Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini Serum pencerah wajah terbaik bukan yang memutihkan ya! Mindset kita rasanya sudah lama 'diracuni' dengan standar kecantikan yang salah kaprah. 'Memiliki wajah berkulit putih' selalu yang digaungkan menjadi tujuan dalam rangkaian perawatan kulit wajah. Tidak jarang juga model iklan yang terpampang adalah bule atau eonni Korea dengan karakteristik kulit yang jauh berbeda dengan kulit kita. Padahal penduduk Indonesia kan termasuk dalam ras Malayan Mongoloid yang memiliki ciri khas warna kulit sawo matang. Pola pikir inilah yang perlu diubah mulai sekarang. Standar kecantikan wanita Indonesia seharusnya bukanlah yang berkulit putih. Meskipun dengan warna kulit agak kecokelatan, wanita Indonesia bisa tetap tampil cantik dengan kulit wajah cerah dan tidak kusam. Mindset  lain yang perlu diperbaiki adalah pentingnya asupan nutrisi untuk melengkapi perawatan kulit. Tidak cukup dengan produk perawatan wajah, pola makan, gaya