Langsung ke konten utama

Agar Anak Tidak Takut Disuntik: 5 Cara Menyenangkan Menjelaskan Tentang Vaksin

Assalamualaikum.
Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.

tips agar anak tidak takut disuntik

Aku ada ide untuk mencari tips agar anak tidak takut disuntik ini sebenarnya sejak beberapa bulan terakhir. Iklan layanan masyarakat tentang vaksin Covid mulai banyak bermunculan kan di TV. Hal ini ternyata menimbulkan tanda tanya bagi Si Kakak, anak pertamaku yang berusia 10 tahun. Banyak hal yang dipertanyakan, misalnya apakah ini berarti situasi sudah aman (karena sudah ada vaksin)?, apakah dia juga akan disuntik?, dan banyak lainnya.

Sekalian saja aku gunakan kesempatan kali ini untuk memberi penjelasan pada anak mengenai imunisasi, khususnya vaksin Covid. Jika menilik berita mengenai perkembangan vaksin Covid 19 terkini, nampaknya anak-anak belum akan menerima vaksin Covid dalam waktu dekat. Meskipun begitu, sebaiknya aku mulai sounding dari sekarang saja agar anak tidak takut disuntik saat vaksin Covid Indonesia nanti sudah aman diberikan untuk anak.

Update Berita Terbaru Vaksin Covid

Sebelum memberi penjelasan pada anak mengenai vaksin, pastinya aku harus mengedukasi diri dulu dong ya, haha. Jangan sampai salah kaprah karena termakan berita hoax atau ketinggalan berita. Untuk update vaksin Covid-19 Indonesia aku prefer dari website Halodoc karena:

(1) Artikel yang dimuat dalam website Halodoc bersumber dari referensi terpercaya, jadinya bisa dipastikan no hoax. Sebagai contoh, bisa dilihat ya pada artikel mengenai perkembangan vaksin Covid berikut mengacu pada sumber yang kuat dan kredibel.

artikel website halodoc terpercaya

(2) Selain bersumber dari referensi terpercaya, setiap artikel pada website Halodoc juga ditinjau oleh tim dokter. Hal ini menunjukkan bahwa Halodoc memastikan bahwa isi artikel mereka sudah valid dan akurat sebelum dipublikasikan. 

artikel website halodoc terpercaya

Wah, salut dengan quality control yang Halodoc terapkan. Halodoc memastikan betul bahwa informasi yang mereka bagikan pada masyarakat tidak asal-asalan dan jangan sampai menyesatkan. Karenanya, aku lihat perkembangan kasus Covid-19 Indonesia di website Halodoc aja lah. Hati ini udah yakin deh, haha.

Baca Juga: Bukan Sekedar Membaca Buku: Meningkatkan Minat Baca Anak di Era Digital

Mencari Lokasi Tes Covid

Selain itu, di halaman utama website Halodoc, ada fitur yang namanya "Tes Covid-19". Disini kita bisa mencari lokasi yang melayani tes Covid-19, mengetahui harganya, bahkan bisa sekalian booking atau buat janji.

Di grup Whatsapp kan sering tuh ada yang menanyakan perihal lokasi pelayanan tes Covid-19, baik untuk keperluan kantor atau travelling.

"Tes swab antigen yang murah dimana ya?"

"Tes Covid yang bisa cepet keluar hasilnya dimana ya?" 

Aku arahkan saja mereka untuk cek di website Halodoc.

buat janji tes covid melalui halodoc

Selain bisa difilter berdasarkan lokasi, juga berdasarkan jenis tes: Rapid, Swab Antigen, PCR, atau Tes Serologi. Untuk lebih cepat dan mudah, tinggal klik pilihan lokasi "Terdekat" dan pilihan tes Covid-19 yang dikehendaki. Kita bisa lanjutkan menyeleksi lokasi dengan biaya paling murah, misalnya.

review website halodoc

Setelah menentukan lokasi, kita bisa sekalian buat janji dengan klinik atau rumah sakit yang bersangkutan. Tinggal pilih hari dan jam pengambilan sampel tes, lalu lakukan pembayaran melalui aplikasi Halodoc. Gampang banget kan ya?!

buat janji tes covid melalui halodoc

5 Cara Sounding Tentang Vaksin Covid 

Ada banyak cara menyenangkan yang bisa dilakukan untuk memberi penjelasan pada anak tentang vaksin. Bisa menggunakan buku, video animasi, bahkan game. Berikut beberapa diantaranya:

1. Buku Imunisasi

Vaksinasi apa saja yang sudah didapat anak semasa balita biasanya dicatat dalam sebuah buku. Baik yang berupa Buku atau Kartu Imunisasi, Kartu Menuju Sehat (KMS), buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), atau buku yang dibawakan dari rumah sakit tempat anak dilahirkan.

Anak yang akan mendapat imunisasi di sekolah mungkin merasa cemas atau takut karena tidak ingat pernah disuntik sebelumnya. Dengan menunjukkan catatan imunisasi yang pernah didapatnya saat balita, kita bisa menceritakan pada anak bahwa sebenarnya dia sudah pernah berkali-kali disuntik vaksin loh.

Yakinkan anak bahwa everything's gonna be okay. Mungkin kita bisa coba tenangkan hatinya dengan kata-kata seperti, "Alhamdulillah setelah divaksin badanmu masih sehat sampai sekarang", atau "Tidak ada bagian tubuhmu yang terasa sakit karena disuntik kan", atau "Kamu bahkan enggak ingat kan?! Jadi kali ini juga akan baik-baik saja."

2. Video Animasi "Why Do We Get Vaccines?"

Video berdurasi 3,5 menit ini dibuka dengan cerita mengenai Jessi, si narator yang nervous karena akan disuntik. Kemudian dia berusaha meyakinkan dirinya agar tidak takut disuntik dengan mencari tahu lebih banyak tentang vaksin. Nah baru deh mulai masuk ke penjelasan singkat mengenai apa itu vaksin dan bagaimana vaksin bekerja.

Narator juga memberikan deskripsi singkat bagaimana proses dilakukannya vaksinasi dan efek setelah disuntik. Hal ini akan sangat membantu mengatasi kecemasan anak yang belum pernah mendapat imunisasi di sekolah. Terkadang anak takut disuntik karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi dan malah membayangkan yang tidak-tidak. Setelah diberi gambaran mengenai apa yang akan mereka alami, anak jadi bisa mengantisipasi.

Tiga kata untuk video ini: singkat, padat, jelas. Haha. Ya memang karena penjelasannya lengkap, mencakup semua basic yang penting, namun singkat dan tidak bertele-tele. Bagian favoritku adalah saat si narator membuat perumpamaan vaksin seperti latih tanding bagi imun tubuh sebelum melawan penyakit yang sebenarnya. 

agar anak tidak takut disuntik

Baca Juga: Lakukan Ini Sekarang Untuk Mencegah Kecanduan Gadget Pada Anak

3. Komik "Vaccines Work

Dimuat dalam The Nib, website yang mempublikasikan komik non-fiksi, "Vaccines Work" sudah dibaca oleh jutaan orang di seluruh dunia. Komik edukasi karya Maki Naro ini originally berbahasa Inggris. Thanks to Chai's Play, komik ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. 

Komik ini menceritakan sejarah keberhasilan vaksinasi dari masa ke masa. Selain itu, diangkat juga isu-isu anti vaksin, seperti vaksinasi bisa menyebabkan autis, vaksin mengandung komposisi yang berbahaya (atau haram), dan bahayanya jika kita anti-vaksin. Penjelasan ilmiah yang disajikan dalam bentuk komik seperti ini adalah favorit Si Kakak. Sebelumnya, dia sudah punya beberapa komik sains semacam ini. 

Selain edukatif, isi komik ini juga persuasif. Selain mengedukasi pembaca tentang efikasi vaksin dan meluruskan hoax yang beredar seputar vaksin, dia juga meyakinkan pembaca agar pro vaksin. Harapannya tidak hanya agar anak tidak takut disuntik, juga agar orangtua tidak perlu khawatir anaknya divaksinasi.

agar anak tidak takut disuntik

Meskipun membahas vaksinasi secara umum, isi komik masih bisa dihubungkan dengan kasus vaksin Covid kok. Di dalamnya kebetulan ada penjelasan mengenai evolusi. Kurang lebih begini penjabarannya:

Virus dan manusia seakan balapan berevolusi. Ketika kita sudah kebal akan suatu penyakit, virus akan beradaptasi untuk bisa menembus sistem imun kita.

"Sama halnya dengan virus Corona. Dia adalah virus yang telah berevolusi menjadi virus jenis baru, sehingga ilmuwan dan peneliti harus menciptakan vaksin baru untuk melawannya. Saat vaksin itu sudah siap dan aman digunakan, kita semua perlu mendapatkannya agar bisa terlindung dari penyakit Covid-19", begitu kira-kira bagaimana aku menghubungkan isi komik dengan vaksin Covid, hehe.

4. Game "Vax Pack Hero"

Misi permainan ini adalah mengalahkan semua bakteri dan virus yang ada di dalam tubuh menggunakan cards. Pemain digambarkan berukuran kecil dan mengembara di dalam tubuh manusia untuk memburu berbagai macam virus dan bakteri yang ada di dalamnya. Untuk mengalahkan virus dan bakteri, pemain menggunakan cards bergambarkan Vax Heroes atau para "pahlawan vaksin" yaitu tokoh-tokoh yang berhasil menciptakan vaksin untuk penyakit tertentu.

Seru juga sih main game ini, karena anak akan diminta berjalan menyusuri tubuh manusia dengan bantuan mini map atau peta kecil yang menunjukkan lokasi virus dan bakteri. Jadi intinya seperti berburu virus dan bakteri gitu yah.

Manfaat lain dari game ini adalah mengenalkan anak pada bermacam-macam vaksin dan penyakit yang berhasil dicegah, juga para penemunya. Kalau anak makin yakin bahwa dari jaman dahulu vaksin sudah berhasil dan efektif untuk memberantas penyakit, anak jadi makin tidak takut disuntik vaksin Covid nantinya kan.

agar anak tidak takut disuntik

5. Buku "Nana Imunisasi"

Buku bergambar ini menceritakan tentang Nana dan temannya yang sedang menunggu giliran untuk mendapatkan imunisasi di sekolah. "Aduh, tapi Nana takut disuntik. Emangnya imunisasi buat apa? Nana kan tidak sakit?"
Dengan ilustrasi yang menarik, anak akan diberi penjelasan mengenai pentingnya imunisasi. Dilengkapi juga dengan pesan dokter dan pertolongan pertama yang dapat dilakukan orangtua. Anak juga pasti akan suka karena ceritanya lucu

agar anak tidak takut disuntik

____________________

Nah, gimana? Memberi penjelasan pada anak tentang vaksin bisa juga dengan cara menyenangkan kan. Share this untuk para Mamah lain yang masih pusing cari cara biar anaknya tidak takut disuntik.

Selamat mengedukasi anak tentang vaksin, Mah :)

Komentar

  1. Hwah lengkap sekali ya informasi dari halodoc.
    Salam kenal mbak Muna

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa aja ada emang du Halodoc.
      Salam kenal juga, Kak.

      Hapus
  2. Kalau anak-anakku sudah tahu soal pentingnya vaksin karena keseringan nonton upin ipin, ada salah satu episodenya yang membahas soal vaksin. Dengan tontonan kegemaran mereka, jadi lebih mudah mereka menerima dan memahami.

    Halodoc ini memang aplikasi andalan. Saya paling sering menggunakan fitur Caht dengan Dokter untuk konsultasi masalah kesehatan. Murah dan bisa banyak nanya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh. Upin Ipin juga ada ya? Coba deh aku cari. Anak2ku juga lumayan sering nonton Upin Ipin. Nanti aku tambahin disini ya, hehe. Thanks :)

      Hapus
  3. Kalau aku sih lagi sounding anak buat sunat, nah mereka takut sesi disuntiknya ini. Padahal heloo buku vaksinnya juga lengkap dan melewati masa-masa suntik hehe.
    Halo doc nih lengkap banget ya, apalagi ngga ribet milih schedule nih kalo mau janjian.
    Mba Muna lengkap banget nih referensi buat anak-anak biar ngga takut vaksin, buku, video animasi, bahkan game. Ntar coba deh sounding anak-anak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah. Iya nih. Aku juga masih punya PR nyunatin Si Kakak. Kalo boleh tahu, anaknya usia berapa, Mah?

      Hapus
  4. Duh, jangankan anak kecil, saya aja yang udah gede begini masih takut juga kalo ketemu jarum suntik. Makanya kalo ke dokter lebih memilih minum obat yang lebih banyak, daripada disuntik, hiks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung lemes kaki lunglai ya, Bang, kalo lihat jarum suntik. Hehe.

      Hapus
  5. Ini baru emak luar biasa ya. Tidak menakut-nakuti anak dengan disuntik yang mungkin di mindset anak2 jarumnya segede paku hehe... anak2 memang harus diberikan pengarahan positif tentang manfaat vaksinasi agar mereka paham dan tidak takut.

    BalasHapus
  6. Mbaaak
    Aku kasih lihat ini ke anakku yang kebetulan dah bisa baca
    Dia mau ketemu mbak Muna haha
    Dia mau tidak takut lagi katanya

    BalasHapus
  7. Ga kepikiran untuk kenalin lewat game hahha ternyata ada yaaa. Auto save artikelnya mbaaa. Terimakasih, so inspiring

    BalasHapus
  8. Saya termasuk sering mengakses informasi kesehatan dari Halodoc ini. Informasinya terpercaya dan ditulis dalam bahasa yg enak dibaca.

    BalasHapus
  9. Kreatif ya. Klo gini anak2 jadi gak takut lagi ya. Apalagi gambar nya juga lucu2. Eh, klo untuk orang dewasa ada gak ya? Haha. .. Soalnya aku segede gini masih takut suntik

    BalasHapus
  10. Emak-emak sekarang sudah sangat terbantu dengan banyaknya media yang bisa dipakai untuk mengedukasi anak agar mau divaksin ya Mbak. Ah, saya jadi teringat masa lampau, saat saya lari dari kelas ketika petugas vaksinisasi datang ke sekolah

    BalasHapus
  11. Keren ini tipsnya, Mbak. Jadi krucil saya juga 10 tahun lebih masih takut disuntik. Soalnya pas kelas 1, dia disuntik dan menjerit, lalu agak diledek teman-temannya hehehe. Makanya pas kemarin akan imunisasi, semalaman dia katanya tidak bisa tidur hahaha.
    Akhirnya ditenangkan saja, kalau disuntin tidak sakit, kayak digigit semut saja. lalu, dibesarkan hatinya. Masa kalah sama teman lainnya. Soalnya kalau tidak mau sekarang, akan disuruh sendirian ke puskesmas hehehe.

    BalasHapus
  12. Jangankan anak-anak. Yuni juga masih suka ngeri berhubungan dengan jarum suntik. Tapi emang ih. Mengedukasi anak mengenai vaksin itu perlu banget. Agar mereka nggak merasa takut lagi saat harus divaksin di sekolahnya.

    BalasHapus
  13. Bagus nih, informasi vaksinasi melalui film & komik. Paling gimana gitu kalau ortu nakut²in anak. Kan jadi rugi sendiri...
    Semoga vaksinasinya sukses nih...

    BalasHapus
  14. Lewat video animasi sangat besar pengaruhnya ya, mungkin karena tampilannya visual dan dijelaskan dengan kalimat yang mudah dicerna sehingga anak-anak jadi lebih paham apa itu vaksinasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Penjelasannya sederhana. Ada visual-nya juga. Jadi lebih mudah dipahami.

      Hapus
  15. Lewat animasi itu lebih bisa kena ke anaknya , krn Ezio begitu hihi...
    cm aku dulu salah nya giliran mau suntik di bius total ga sounding2 huehueh #ootyaMbaMunda

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah. kok dibius total kenapa? Mudah-mudahan sehat bahagia selalu ya Ezio :)

      Hapus
  16. Wah kalau sekarang medianya banyak ya buat edukasi, bisa video game atau video animasi jadi anak nggak takut lagi. Kalau jaman saya dulu, cuma disugesti biar nggak kena penyakit 🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu bisa jadi salah satu motivasi terbesar tuh: biar enggak kena penyakit.

      Hapus
  17. Lengkap banget ya seri edukasi ttg vaksin ini, kalau dah gini jadi lebih yakin si anak gak bakalan nolak deh

    BalasHapus
  18. Nano-nano nih kalau soal disuntik. Dulu saat masih usia TK ke bawah, anak pertama kalau di suntik nggak ada nangis. Entah kenapa saat kelas 1 dan 2 SD kemarin imunisasi, malah nangis kkwkw. Kurang brifing nih kayaknya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((kurang briefing)) wkwkwk iya, iya bisa jadi.

      Hapus
  19. wah ternyata banyak cara ya buat membujuk anak untuk tdk takut disuntik, makasih infonya mbak
    bisa aq tiru nih

    BalasHapus
  20. Noted banget nih. Mungkin nanti kalau anak sudah besar dan gak mau diimunisasi lanjutan, saya bisa terapkan ilmu ini. Kalau saat ini masih belum satu tahun ya, palingan nangis aja pas disuntik. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Alhamdulillah Baby No.3 biasa aja kalau disuntik, Enggak nangis. Paling tolatoleh doang wkwkwk.

      Hapus
  21. Seru caranya biar anak gak takut disuntik. Nggak perlu menjelaskan panjang lebar cukup kasih game aja bisa. Semoga virus corona segera pergi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha. Nonton video animasi 3 menit udah lengkap informasinya.

      Hapus
  22. Tantangan banget pastinya bagi buibu yang anak nya suka histeris begitu lihat jarum suntik.

    Padahal yang namanya imunisasi atau vaksin kan penting banget. Tapi berhubung udah rakut duluan, ya udah. Pasti pake drama tarik-tarikan atau nangis kejer duluan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang bisa sampe trauma kalau pendekatannya kurang tepat.

      Hapus
  23. Edukasi mengenai vaksin dan suntik jadi lebih menarik dan anak gak jadi takut lagi ya,, keren nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan mereka mengenal apa itu vaksin dan manfaatnya buat mereka, diharapkan mereka bisa antisipasi dan enggak ketakutan membayangkan yang tidak2.

      Hapus
  24. Wah menarik banget nih caranya mengenalkan anak dengan vaksin, pastinya anak-anak gak bakal takut kalau cara mengenalkannya asyik gini. Btw benar, untuk mendapatkan berbagai informasi apalagi yang menyangkut pandemi bagusnya memang langsung dari sumber terpercaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. HARUS dari sumber terpercaya. Jangan dari hasil share/forward yang enggak jelas asal-usulnya.

      Hapus
  25. Wah, lengkap banget referensinya... Sampai ada gamesnya segala... Saya bookmark ya... Makasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama :) Thanks to you too.
      Jangan cuma di bookmark. Coba juga, Kak :)

      Hapus
  26. Wah , kebetulan anak kami awalnya ngga begitu takut suntik. Mungkin krn lumayan sering lihat ortunya suntik hingga donor darah. Tetapi, saat anak sakit yang perlu beberapa kali ambil sampel darah, nah traumanya agak parah :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak trauma dipasang jarum infus ya, Kak? Sama. Huhu..

      Hapus
  27. Karena sudah sedari kecil sering bersentuhan dengan jarum suntik, anak saya gak takut dengan jarum suntik. Yang diketahui bagi anak kecil memang pandemi ini menjadi sesuatu yang menjenuhkan buat anak-anak. Mereka pengen banget bisa beraktivitas seperti dulu. Semoga vaksin bisa segera didistribusikan ke seluruh penduduk Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Apalagi untuk anak saya yang usia balita yang dalam fase sosial. Wah repot sekali. Mau melarangnya bermain dengan teman sebaya, tapi dia sedang butuh.

      Hapus
  28. Anak-anak memang perlu dikasih pengetahuan dulu sebelum disuntik biar enggak ujug-ujug. Nanti malah takut. Jangankan anak-anak, saya aja juga kalau disuntik merem gak berani liat jarum suntiknya. Ahaha. Apalagi anak-anak ya, jangan sampai trauma.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneeer. Setuju. Jangan sampai ujug-ujug. Malah berontaknya gak karuan karena mereka panik ketakutan gak ada antisipasi.

      Hapus
  29. Anak-anak sekarang mudah memahami sesuatu lewat gambar ya mba, anakku juga begitu mungkin secara visualnya gampang dimengerti oleh mereka, apalagi kalau dalam bentuk game gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk pemahaman tentang vaksin sih, aku rekomendasikan yang video animasi. Singkat, padat, jelas. Infonya disampaikan dengan cara sederhana, tapi lengkap.

      Hapus
  30. Sekarang udah wajib baca berita dari sumber terpercaya deh. Saya juga suka baca info dari Halodoc. Btw, cara-cara kenalkan vaksin ke anak medianya kreatif-kreatif sekali ya

    BalasHapus
  31. Anak saya udh gede² hehe. Dulu sih maksa aja klo ke dokter diimunisasi. Skrg mah bnyk yaa media edukasinya. Kreatif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, bisa ya? Hebat.
      Kalau untuk anak saya sih enggak bisa. Misalnya, kalau imunisasi tanpa dia diberitahu sebelumnya, dia malah makin panik dan ngamuk berontak ketakutan di ruang dokter.

      Hapus
  32. Wah iya ini kalau dengar kata mau ada imunisasi anakku langsung mogok gak mau masuk sekolah. Habis baca artikel ini jadi dapat pencerahan. Nanti akan saya coba kalau anakku mau imunisasi. Terima kasih sharingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Imunisasi di sekolah ya wkwkwk Saat-saat menegangkan memang. "Harga diri" dipertaruhkan. Jangan sampai nangis teriak-teriak di depan teman-teman hehe.

      Hapus
  33. Wah lengkap ada buku, game dan video penjelasan tentang vaksin dan imunisasi. Bukan cuma anak yang perlu menonton dan membacanya. Ortu yang antivaks juga perlu nih. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah! Bener wkwkwk. Aslinya, komik karya Maki Naro itu bukan dibuat khusus untuk anak-anak memang.

      Hapus
  34. cara cerdas mengenalkan ke anak-anak tentang sesuatu hal ya mba, sangat bagus, bisa saya tiru kelak kalau mengenalkan sesuatu ke anak-anak, termasuk tentang sebuah penyakit dna vaksinnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Media-media di atas memang edukatif selain menghibur dan sesuai selera anak.

      Hapus
  35. ide nya bisa ditiru nih ..emang ya ortu itu harus pandai mensiasati spaya anak tidak takut disuntik karena kalau engga ya repot sendiri anak bisa nangis dan bisa bikin panik jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara-cara di atas lebih untuk sounding sih. Pengenalan vaksin itu apa, gunanya buat apa, manfaatnya buat dia apa, gitu. Karena kata pepatah "Tak kenal maka tak sayang" wkwkwk. Jadi biar anak enggak sibuk membayangkan yang tidak2 atau dipenuhi ketakutan.

      Hapus
  36. Halodoc memang website kesehatan terpercaya. Saya pun sangat selektif saat mencari informasi kesehatan. Dan sering juga baca artikel di halodoc karena memang digawangi oleh dokter dan praktisi kesehatan. Jadi lebih bisa dipercaya apa yang disampaikan. Btw, Farah Diba yang sering saya dengar ternyata seorang dokter anak to.

    BalasHapus
  37. Anakku juga pernah nanya ttg vaksin ini mba. Kalo si Kaka, walopun dia juga msh sedikit mewek kalo disuntik, tp setidaknya ttp mau. Naah adeknya yg suka susah hahahaha. Kdg kalo aku jelasin fungsi vaksin, dia mau ngerti, tp tetep aja pas di dokternya, nangis lagiii hahahaha. Kalo udh vaksin, itu urusan papinya yg megangin dah :D. Kalo emaknya bisa kalah tenaga :p.

    Tapi kmrn itu aku jelasin kalo dia ga mau divaksin, berarti ga akan bisa ikut ke Jepang. Krn aku memang janjiin bakal kesana kalo pandemi ini udh selesai, dan vaksin udh jalan. Jd sepertinya si adek bakal nurut sih, walo aku yakin pasti nangis juga :D

    Biarin laah, toh demi kebaikan semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang beda anak, beda juga triknya, hehe. Karena karakter tiap anak unik dan beda.
      Media2 ini pun aku pilih berdasarkan karateristik Si Kakak yang hobi baca ensiklopedia, dan main game, wkwkwk.

      Hapus
  38. Lengkap banget mbak. Aku sampai sekarang takut disuntik meski dah punya anak. Huaaa. Sebelum sounding ke anak kayake aku harus beres dengan ketakutan ku sendiri. 😂

    BalasHapus
  39. Wah kalo dengan informasi seperti ini di pastikan anak" mau di suntuk vaksin, tapi harus lewat orang dewasa dulu yang jadi panutan mereka terus di tambah edukasi lainnya

    BalasHapus
  40. Anakku takut suntik mbak. cara ngatasinya, ya jangan sampai sakit. kalau sakit nanti disuntik. jadi kalau anakku gak mau maem, ingatnya suntik. gak mau maem nanti sakit. kalau sakit nanti disuntik. maemnya banyak deh skrg. hehe... tapi kalau imunisasi kan suntik beneran ya. panduan dari mbak oke juga nih. praktekin ah ke anakku. makasih

    BalasHapus
  41. Kalau ada ortu yg bilang saat disuntik itu ngga kerasa sakit, berarti ada kelainan d syarafmya kali ya Kak. Untungnya kalo ke anak, bisa sedikit dipaksa ya kak, ketika pendekatan biasa ngga mempan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah mampir ke blog saya :)
Silahkan tinggalkan pertanyaan, tanggapan, atau sharing pengalaman serupa di kolom komentar.
Mohon tetap menjaga etika dan tidak meninggalkan tautan hidup.
Terima kasih :)

Popular Posts

Checklist Isi Tas Persiapan Melahirkan Caesar di Rumah Sakit

Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.. Minggu ini, kehamilanku memasuki minggu ke-37. Sebenarnya HPL Baby No.3 ini masih sekitar pertengahan Januari. Tapi karena dia harus dilahirkan secara Caesar, maka operasi dijadwalkan 2 minggu lagi. Sambil menunggu hari-H, jangan sampai lupa, Mah! Ada satu hal penting yang harus dipersiapkan menjelang persalinan, yaitu mengepak tas untuk dibawa saat melahirkan ke rumah sakit. Pastinya kita tidak mau ada yang tertinggal saat menginap di rumah sakit kan. Sebaiknya isi tas persiapan melahirkan ini sudah dipersiapkan sekitar 2 minggu sebelum HPL, just in case si janin lahir lebih awal dari tanggal perkiraan. Saat melahirkan Caesar biasanya dibutuhkan waktu sekitar 3-4 hari untuk tinggal di rumah sakit . Mamah harus  check-in sehari sebelum operasi untuk berbagai pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dengan dokter anestesi. Umumnya Mamah sudah diperbolehkan pulang sehari setelah operasi , kecuali ada kondisi yang meng

BULLET JOURNAL INDONESIA UNTUK PEMULA: MONTHLY LOG

Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a @mamahfaza disini.. Masih dalam rangkaian Tutorial Bullet Journal untuk Pemula, setelah Future Log dan Habit Tracker, sekarang ku akan berikan step-by-step cara membuat Monthly Log. Mumpung masih semangat tahun baru, moga-moga masih semangat bikin bullet journal juga yaaah. Let's get it ! MONTHLY LOG ADALAH ... Monthly Log jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti "Catatan Bulanan". Jadi Monthly Log adalah catatan jadwal acara, peristiwa, atau rencana kegiatan dalam sebulan . Awalnya memang begitu, tapi bukan Bullet Journal namanya kalau tidak bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya. Kita bisa menambahkan fitur apapun yang kita butuhkan ke dalam Monthly Log. Misalnya, mau sekalian digabungkan dengan Habit Tracker atau mau menambahkan target bulan ini yang harus dicapai. Boleeeh.. Custom made ajah.. Baca juga: 5 Kunci Wujudkan Mimpi Finansial MONTHLY LOG DI BULLET JOURNAL BISA DIGUNAKAN UNTUK APA?

Karena Memaksakan ASI Eksklusif, Bayiku Jadi Kurang ASI

Assalamualaikum.. Muna Fitria a.k.a. @mamahfaza disini.. Adalah sebuah kebanggaan ya jika kita bisa menyusui bayi kita secara eksklusif selama 6 bulan pertama. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) bahkan menyediakan sertifikat lulus ASI untuk merayakan keberhasilan para ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Tak terkecuali, aku pun begitu mendamba berhasil memberikan hak ASI eksklusif anak ketiga ku, Baby El . Keistimewaan ASI Eksklusif ASI Eksklusif artinya memberikan hanya ASI kepada bayi, tanpa tambahan makanan padat atau cairan lainnya, termasuk air; dengan pengecualian oralit, atau vitamin atau obat dalam bentuk sirup. Bayi sebaiknya mendapat ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal. Hal ini dikarenakan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama sudah terkandung dalam ASI , jadi bayi sehat tidak perlu mendapat asupan tambahan lainnya. ASI dapat melindungi dari